Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

DPRD DKI Nilai Rencana Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Corona Kurang Tepat

Muhamad Rizky , Jurnalis-Kamis, 23 April 2020 |13:01 WIB
DPRD DKI Nilai Rencana Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Corona Kurang Tepat
Petugas semprotkan disinfektan di SMA Muhammadiyah 23, Malaka Sari, Duren Sawit, Jaktim, Kamis (10/3/2020). (Ist)
A
A
A

JAKARTA – Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Iman Satria menilai rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI yang hendak menggunakan sekolah-sekolah sebagai tempat isolasi pasien virus corona (Covid-19) dan tempat peristirahatan tenaga medis kurang tepat.

Menurut Iman, rencana menjadikan sekolah sebagai lokasi isolasi pasien corona akan memunculkan polemik di tengah masyarakat.

“Lagipula beberapa sekolah ada di pertengahan kampung, takutnya warga cemas,” kata Iman dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Selasa (24/4/2020).

Sebagaimana diketahui, berdasarkan surat edaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta, dengan nomor 4434/-1.772.1 yang terbit pada Senin 20 April 2020 lalu, sebanyak 140 sekolah yang tersebar di Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Kepulauan Seribu akan dijadikan tempat isolasi tenaga medis dan pasien virus corona.

Iman mengaku khawatir jika sekolah-sekolah sempat menjadi tempat isolasi akan berdampak buruk bagi kesehatan siswa karena masih ada sisa virus yang menempel di bagian gedung maupun ruang sekolah.

“Lebih baik pergunakan rusun-rusun yang belum terpakai untuk tempat isolasi. Salah satunya Rusun Pasar Rumput. Itu saja yang dipergunakan. Karena kalau rusun ruangannya lebih banyak dan kosong. Jadi enggak banyak yang harus dipindahin,” ucapnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement