Menurut Agus, mereka menjalani rapid test Rabu kemarin. Rapid test sendiri tidak untuk memastikan seseorang positif covid-19 atau tidak. Melainkan adalah screening untuk mengetahui imunitas tubuh seberapa berpotensi terpapar virus pada umumnya, bukan hanya virus corona.
"Jadi persoalan setelah terbangun asumsi kalau positif rapid tes dianggap positif covid-19, sementara yang terjadi siapapun pada saat dites kondisi tubuhnya sedang melemah, maka akan positif. Situasi seperti ini tidak menguntungkan bagi terwujudnya stabilitas sosial," tandas Agus.
Untuk di Kabupaten Bangkalan sendiri ada 6 orang yang terkonfirmasi positif covid-19 hingga saat ini. Satu pasien dinyatakan sembuh, namun tak lama berada di rumah pasien itu meninggal dunia. Sedangkan 5 orang lainnya sedang dirawat di rumah sakit.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.