Viral Anak Yatim Piatu di Muara Enim Kelaparan, Plt Bupati Minta Maaf

Era Neizma Wedya, iNews.id · Kamis 23 April 2020 13:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 23 610 2203637 viral-anak-yatim-piatu-di-muara-enim-kelaparan-plt-bupati-minta-maaf-8iPRV2vkzw.jpeg Plt Bupati Muara Enim Juarsah. (Foto: Era Neizma Wedya/Okezone)

MUARA ENIM – Kisah viralnya kakak-adik Daluna dan Rohima dalam kondisi memprihatinkan yang ditemukan oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa mendapat respons dari Plt Bupati Muara Enim Juarsah. Ia menyatakan sangat prihatin dengan keadaan dua saudara tersebut.

"Saya atas nama pribadi maupun sebagai kepala daerah menyampaikan keprihatinan dan empati yang mendalam terhadap kondisi ananda kita, Daluna dan Rohima, dari Desa Sebau, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim," ungkapnya, Rabu 22 April 2020.

Baca juga: Viral Anak Yatim Piatu Kelaparan di Muara Enim: "Pak, Ada Nasi?" 

Ia kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada semua pihak atas keadaan yang menimpa warganya Daluna dan Rohima. Semoga pihaknya bisa segera memberikan penanganan terbaik untuk keduanya.

"Sebagai kepala daerah, dalam kesempatan ini saya menyampaikan permintaan maaf atas kondisi yang menimpa warga kami. Untuk itu semoga dari kejadian ini kita semua dapat mengambil hikmah dan pelajaran, terutama pada pemerintah di tingkat desa/kelurahan," ucapnya.

Viral dua anak yatim piatu di Muara Enim kelaparan. (Foto: Era Neizma Wedya/Okezone)

Dia menceritakan, berdasarkan informasi dari Camat Gelumbang bahwa kakak-adik Daluna (23) dan Rohima (21) diduga dalam kondisi keterbelakangan mental.

Dari segi usia, jelas Juarsah, mereka tergolong bukan anak-anak lagi. Daluna kurus bukan karena kekurangan gizi, melainkan sakit. Mereka yatim-piatu. Orangtuanya telah meninggal dunia. Pengasuhan dilakukan oleh Ilhami, adik bungsu mereka; bersama orangtua angkatnya.

Baca juga: Viral Kakak Adik Yatim Piatu Kelaparan, Ini Kata Kades dan Tetangga 

Ia melanjutkan, semuanya berdomisili di tempat yang sama yaitu Desa Sebau, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim. Mereka sudah mendapat bantuan dari warga maupun pemerintah, namun tentu saja pengelolaannya dilakukan oleh adik dan orangtua angkatnya.

Keduanya, kata Juarsah, sudah terdata di Kecamatan Gelumbang sebagai warga miskin, bukan warga telantar. Dalam kesehariannya, tambah dia, mereka sudah dibantu oleh warga maupun pemerintah.

Juarsah menerangkan, untuk warga atau keluarga miskin tentu saja telah mendapat beberapa program bantuan pemerintah, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Juarsah mengungkapkan, kini keduanya sudah dibawa ke RSUD Pratama Gelumbang untuk dilakukan pemeriksaan dan perawatan dasar.

"Saya sudah perintahkan untuk dibawa ke RSUD HM Rabain Muara Enim untuk dilakukan penanganan lebih lanjut dan sekarang sudah dalam perjalanan. Nanti setelah pemeriksaan, baik oleh Dinkes maupun Dinsos, barulah akan ditentukan solusi yang tepat untuk penanganan dan pengasuhan ke depannya," ucap Juarsah.

Dia mengatakan, bila seandainya tidak ada yang mengasuh, keduanya akan diambil alih melalui Dinsos untuk diasuh di panti sosial.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini