Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Fakta - Fakta Mundurnya 2 Stafsus Milenial Jokowi

Fadel Prayoga , Jurnalis-Sabtu, 25 April 2020 |06:30 WIB
Fakta - Fakta Mundurnya 2 Stafsus Milenial Jokowi
Presiden Joko Widodo (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA – Dalam dua hari terakhir, publik dihebohkan dengan mundurnya dua staf khusus (stafsus) milenial Presiden Joko Widodo (Jokowi), yaitu Adamas Belva Syah Devara dan Andi Taufan Garuda Putra. Mereka meletakkan jabatannya itu, setelah mencuatnya isu konflik kepentingan.

Berikut fakta-fakta yang dirangkum Okezone terkait keputusan mendadak mundurnya dua stafsus milenial tersebut :

1. Belva Devara Mundur Usai Ruang Guru Jadi Mitra Program Kartu Prakerja

Belva mengajukan surat pengunduran diri ke Presiden Jokowi pada 15 April dan disampaikan langsung ke Presiden pada 17 April 2020. Keputusan mundur Belva diduga karena adanya tudingan potensi konflik kepentingan, setelah startup Ruang Guru, di mana dirinya sebagai CEO ditunjuk dalam program Kartu Prakerja.

Belva Devara Foto: Instagram

Namun, Belva membantah kalau dirinya ikut cawe-cawe dalam proses pemilihan mitra untuk Kartu Prakerja. Dia menyatakan, penunjukkan Ruang Guru adalah resmi keputusan Kemenko Perekonomian dan Manajemen Pelaksana.

“Saya tidak ikut dalam pengambilan keputusan apapun di program prakerja termasuk besaran anggarannya maupun mekanisme teknisnya,” kata Belva dalam akun Twitter-nya @AdamasBelva yang dikutip Okezone.

2. Andi Taufan Diduga Salahgunakan Wewenang 

Andi Taufan sempat menjadi buah bibir masyarakat setelah beredar salinan surat ke camat seluruh Indonesia. Surat Nomor 003/S-SKP-ATGP/IV/2020 lengkap dengan kop garuda dan tulisan Sekretariat Kabinet Republik Indonesia itu dikeluarkan 1 April 2020.

Ia meminta untuk mendukung kerjasama program antara pemerintah dan PT Amartha Mikro Fintek terkait Relawan Desa Lawan Covid-19.

Andi Taufan Foto: Dok Amartha

Program itu merupakan inisiatif yang dilakukan oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Belakangan Andi Taufan meminta maaf dan menyatakan mencabut surat tersebut.

Setelah itu, Andi Taufan mengajukan pengunduran diri ke Jokowi pada 17 April dan langsung disetujui Kepala Negara. Ia mengaku pengunduran diri ini semata-mata dilandasi keinginannya yang tulus untuk dapat mengabdi secara penuh kepada pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama yang menjalankan usaha mikro dan kecil.

“Begitu banyak pelajaran berharga yang saya petik. Saya pun tidak luput dari berbagai kekurangan. Untuk itu, saya sekali lagi mohon maaf dan akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi lebih baik,” tulis Andi dalam suratnya yang dikutip Okezone.

3. Jokowi Terima Pengunduran Diri Belva Devara dan Andi Taufan

Presiden Jokowi buka suara terkait mundurnya dua orang stafsusnya, yakni Adamas Belva Syah Devara, dan Andi Taufan Garuda Putra. Keduanya merupakan bagian dari tujuh stafsus baru dari kalangan milenial yang ditunjuk pada 21 November 2019 lalu.

"Saya memahami kenapa mereka mundur, saudara Belva Devara dan Andi Taufan. Mereka anak-anak muda yang brilian, yang cerdas, dan memiliki reputasi serta prestasi yang sangat baik," ujar Jokowi dikutip dari Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement