Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Khofifah: 3 Hari Pertama PSBB Hanya Diberi Imbauan & Teguran

Syaiful Islam , Jurnalis-Selasa, 28 April 2020 |15:29 WIB
Khofifah: 3 Hari Pertama PSBB Hanya Diberi Imbauan & Teguran
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Foto : Okezone.com)
A
A
A

SURABAYA - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebutkan selama tiga hari pertama PSBB aparat kepolisian akan memberi imbauan dan teguran secara persuasif terhadap masyarakat jika melakukan pelanggaran.

Kemudian pada hari keempat PSBB akan dilakukan penindakan bagi masyarakat yang melanggar oleh petugas. Sehingga masyarakat diharapkan mematuhi aturan mengenai PSBB tersebut.

PSBB di Surabaya (Foto : Istimewa)

PSBB sendiri mulai hari ini diterapkan di Kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Sidoarjo. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran covid-19 atau virus corona yang terus meluas di Jatim, khususnya tiga wilayah itu.

“Selama tiga hari pertama PSBB (28 April sampai 30 April 2020) masa imbauan dan teguran. Lalu 1 hingga 11 Mei 2020 ditingkatkan menjadi teguran dan penindakan bagi siapapun yang melanggar,” terang Khofifah, Selasa (28/4/2020).

Menurut Khofifah, yang perlu diingat PSBB menjadi opsi terakhir yang harus diambil karena sebaran penularan covid-19 sudah sedemikian meluas. Artinya harus melakukan proteksi, dan ini kadang pilihan yang tidak bisa mengenakkan semua orang.

Sehingga dalam tiga hari ke depan petugas akan melakukan pendekatan persuasif dan humanis di tiga kawasan yang tengah menerapkan PSBB. Dan akan diterapkan sistem keamanan berjenjang sehingga masyarakat bisa memahami situasi yang mereka hadapi.

"Sejak hari ini ada dapur umum yang memberikan layanan makanan siap saji untuk warga terdampak covid-19 di Surabaya, Gresik dan Sidoarjo. Dapur umum yang dibuka di sejumlah titik akan membuat makanan waktu buka puasa dan sahur," paparnya.

Baca Juga : Ramadan di Tengah Pandemi Corona, Polres Bantul Jaga Ketat Area Ini

Lebih lanjut Khofifah, untuk titik-titik yang belum tersisir oleh dapur umum, pihaknya ingin berdayakan UMKM setempat. Sebab jika nasi bungkus tidak harus restoran, masyarakat pelaku UMKM juga bisa membuka layanan nasi bungkus.

"Jika ternyata dapur umum ini efektif menjangkau warga terdampak, maka saya ingin ke depan ada pemberdayaan masyarakat UMKM yang terdekat dengan titik distribusi, untuk membuka layanan membuat nasi bungkus selama PSBB,” tukas Khofifah.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement