BLORA – Beredar informasi pada 15 Mei mendatang sejumlah santri dari Temboro, Magetan, Jawa Timur akan dipulangkan ke Blora, Jawa Tengah. Warga meminta pemulangan santri tersebut sebaiknya ditunda hingga pandemi corona (Covid-19) berakhir.
Saat ini terdapat tiga santri asal Temboro yang tiba di Desa Bergolo, Kecamatan Ngawen Blora telah menjalani rapid test dengan hasil reaktif. Mereka akan segera dilakukan pemeriksaan swab test untuk memastikan bebas atau terpapar Covid-19.
Bupati Blora, Djoko Nugroho berjanji akan segera mengontak Bupati Magetan untuk menunda pemulangan santri. Selain itu, dia juga meminta Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
“Nanti saya akan hubungi Bupati Magetan, dan Gubernur Ganjar Pranowo agar bisa berkoordinasi dengan Bu Khofifah Gubernur Jatim, kalau bisa Ponpes Temboro Magetan jangan memulangkan santrinya dulu agar tidak menyebar,” kata Djoko.
“Ditangani di sana agar lebih fokus,” tambahnya.

Pihaknya lanjut Djoko, segera menindaklanjuti hasil rapid test, dengan membawa para santri tersebut ke RSUD Blora untuk menjalani tes swab. Sementara warga setempat diminta tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan.
Baca juga: 3 Santri Temboro Tanpa Gejala Jalani Rapid Test dan Hasilnya Reaktif
Selain menjaga pola hidup bersih dan sehat, warga diimbau tetap berada di rumah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Ibadah selama bulan suci Ramadhan lanjutnya, sebaiknya dilakukan di rumah masing-masing sesuai anjuran pemerintah.
“Memang benar saat ini ada beberapa santri dari klaster Temboro Magetan yang pulang ke Blora ternyata reaktif rapid test-nya. Selain di Bergolo Ngawen sini, juga ada di Kradenan,” tuntas Djoko.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.