Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Curhat Kades di Perbatasan Jateng-Jatim dalam Menangkal Corona

Taufik Budi , Jurnalis-Kamis, 30 April 2020 |22:42 WIB
Curhat Kades di Perbatasan Jateng-Jatim dalam Menangkal Corona
Pos Pemantau Covid-19 di Desa Getas, Kecamatan Kradenan, Blora, Jawa Tengah. (Foto: Taufik Budi/Okezone)
A
A
A

BLORA – Berada di daerah perbatasan yang menghubungkan wilayah Provinsi Jawa Tengah dengan Jawa Timur ketika masa pendemi virus corona seperti saat ini perlu lebih berhati-hati. Banyaknya orang lalu lalang dari luar wilayah berpotensi menjadi penyebar corona virus disease atau covid-19.

Salah satu daerah perbatasan itu adalah Desa Getas di Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Desa ini menjadi salah satu gerbang masuk pendatang dari Ngawi, Madiun, Magetan, Solo, dan sekitarnya. Pihak desa pun mendirikan pos pantau terpadu bersama unsur TNI-Polri untuk memantau para pendatang.

"Banyak yang lewat sini, baik dari Ngawi, Madiun, Magetan, maupun sekitarnya. Kita langsung periksa ketika ingin masuk Getas. Kita tidak ingin persebaran virus corona masuk ke wilayah kami," kata Kepala Desa Getas Subowo, Kamis (30/4/2020).

Ia menegaskan semua pendatang akan diperiksa secara saksama untuk memutus mata rantai covid-19. Terlebih, sebelumnya beberapa santri ponpes di Desa Temboro, Magetan, Jawa Timur, ada yang datang. Setelah dilalukan rapid test, salah seorang di antaranya dinyatakan positif corona.

"Apalagi kemarin sudah ada 9 santri dari Temboro Magetan yang pulang. Setelah dicek ada 1 yang positif rapid test," ucap Subowo.

Info grafis virus corona (Covid-19). (Foto: Okezone)

Dia mengungkapkan 1 santri yang positif corona melalui rapid test itu sudah dibawa ke RSUD Cepu untuk pengambilan swab test. Pihaknya berharap hasilnya bisa negatif.

"Namun masalahnya hasil swab test keluarnya masih sekitar 10 hari lagi. Selama menunggu hasil tersebut, kita yang ada di desa harus tetap waspada dan terus memberikan edukasi kepada masyarakat," lanjut dia.

Wakil Bupati Blora Arief Rohman bersama sejumlah pejabat datang meninjau pos pantau kesehatan sekaligus pos jaga di wilayah perbatasan Jateng-Jatim tersebut. Dia juga menyalurkan bantuan APD berupa masker dan hand sanitizer.

"Masker dan hand sanitizer yang kita serahkan tolong dimanfaatkan dengan benar untuk pencegahan persebaran covid-19," terangnya.

Pihaknya berpesan masyarakat tidak mendiskriminasi pasien positif rapid test beserta keluarganya. Mereka justru harus disemangati agar tidak stres dan imunitas tubuhnya membaik.

"Tidak perlu takut berlebihan, gunakan masker, jaga jarak, tetap di rumah, dan selalu cuci tangan pakai sabun," pungkasnya.

(Hantoro)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement