Tak Turun ke Jalan, Buruh di Karanganyar Lebih Memilih "Demo Online"

Bramantyo, Okezone · Jum'at 01 Mei 2020 19:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 01 512 2207892 tak-turun-ke-jalan-buruh-di-karanganyar-lebih-memilih-demo-online-JuQFEfVF7X.jpg sindo

KARANGANYAR - Peringatan Hari Buruh Internasional pada Jumat, 1 Mei 2020 kali ini berbeda seiring pandemi Covid-19.

Meski tak bisa turun kejalan, namun Serikat Pekerja Nasional (SPN) di Karanganyar ini tetap menyuarakan tuntutannya secara virtual lewat media sosial.

Salah satu tuntutan yang selalu mereka gelorakan adalah aksi penolakan dan penghentian pembahasan RUU omnibus law Cipta Kerja.

Meliburkan seluruh buruh selama 14 hari dengan tetap mendapatkan upah penuh selama masa pandemi dan mencegah gelombang PHK.

"Meski kami tak bisa turun kejalan karena adanya Pandemi ini, tapi kami dari serikat buruh tetap menyuarakan tuntutan kami melalui kampanye virtual lewat media sosial. Salah satunya pembahasan RUU omnibus law Cipta Kerja," jelas Ketua DPC SPN, Sabat Bambang Ismanto, Jumat (1/5/2020).

Menurut Sabat, gabungan serikat pekerja di Karanganyar mematuhi larangan pemerintah untuk tidak turun kejalan saat hari buruh.

Kepatuhan para buruh untuk tidak turun kejalan, ungkap Sabat, sehatusnya diaspresiasi pemerintah dengan memberikan sanksi tegas terhadap perusahaan-perusahan besar yang tidak meliburkan para karyawannya disaat Pandemi ini.

Apalagi, sudah ada karyawan di suatu perusahaan yang positif terpapar virus Covid-19. Padahal, meski karyawan itu diliburkan, perusahaan tersebut tidak mungkin mengalami kebangkrutan.

"Itu kalau mau fair. Dan tetap digaji. Itulah harapan dari para buruh. Kan itu juga demi keamanan perusahaan juga lo. Seandainya sampai ada yang terkena Covid-19 kan juga rugi semua. Imbasnya kemana-mana,"ungkapnya.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap sikap buruh yang patuh tidak turun kejalan, Polda Jawa Tengah bersama Polres Karanganyar membagikan paket sembako pada para buruh, terutama bagi buruh yang telah dirumahkan.

Jumlah bantuan sembako berupa beras, gula pasir, minyak goreng, mie instan, teh celup, biskuit, serta masker, berjumlah 100 paket.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini