May Day 2020, Khofifah Jelaskan Ada 32.365 Pekerja di Jatim Dirumahkan

Syaiful Islam, Okezone · Jum'at 01 Mei 2020 12:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 01 519 2207709 may-day-2020-khofifah-jelaskan-ada-32-365-pekerja-di-jatim-dirumahkan-tYF7rzow6w.jpg Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (Okezone)

SURABAYA - Hari Buruh Internasional atau May Day 2020 diselimuti rasa keprihatinan yang mendalam. Sebab peringatan hari buruh tahun ini berlangsung di tengah pandemi covid-19 atau virus corona.

Tak pelak banyak pelaku usaha yang merugi dan gulung tikar. Tentu kondisi tersebut berimbas terhadap para buruh. Situasi ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga pada sekitar 213 negara di dunia.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyatakan, tidak ada yang menginginkan hal ini terjadi. Ini semua di luar kuasa manusia. Tidak hanya berat untuk para buruh tapi juga pelaku usaha. Semua merasakan dampaknya.

Tercatat jumlah pekerja di Jatim yang dirumahkan mencapai 32.365 dari 555 perusahaan, sebagian besar sektor Perhotelan dan Pariwisata. Selanjutnya juga berdampak terhadap sektor lain yang menyebabkan terjadinya PHK. Hingga akhir April 5.348 pekerja dari 210 perusahaan di Jatim.

"Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jatim pun ikut terimbas dampak Covid-19 ini. Total ada 1.895 orang PMI yang pulang akibat habis kontrak. Sedangkan, 386 lainnya dipulangkan paksa (deportasi) dari negara tujuan pekerja," terang Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (1/5/2020).

Menurut Khofifah, covid-19 ini juga menyebabkan 4.801 calon PMI yang seharusnya berangkat ke luar negeri untuk bekerja, namun negara penerima menolak kehadiran mereka. Dengan demikian para calon PMI tersebut menambah jumlah angka pengangguran di Jawa Timur.

"Tidak banyak yang bisa dilakukan. Ini tahun berat, karenanya saya pun meminta para buruh untuk bersabar dan menunggu hingga situasi kembali normal," tuturnya.

Khofifah mengatakan, Pemerintah Pusat dan Pemprov Jatim tengah berupaya maksimal mengatasi persoalan ini. Salah satunya dengan meluncurkan kartu pra kerja sebagai social safety net. Dukungan yang diberikan Pemprov Jatim berupa pendirian helpdesk mempermudah akses pekerja terhadap kartu prakerja.

"Total ada 56 titik helpdesk yang terdiri atas 38 helpdesk di Disnaker Kab/Kota, 16 UPT BLK Disnakerprov Jatim, Kantor UPT P2TK yang beralih fungsi dan di kantor Disnakertrans Provinsi," paparnya.

Khofifah berharap ketika wabah ini mereda, pelaku usaha dapat kembali bangkit dan memanggil para pekerjanya lagi. Dengan begitu, tingkat kesejahteraan para buruh di Jatim pun tidak akan jatuh terlalu dalam.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini