Semangat Kapten Tom, Pria 100 Tahun Galang Sumbangan untuk Tenaga Kesehatan Inggris

ABC News, · Sabtu 02 Mei 2020 17:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 02 18 2208191 semangat-kapten-tom-pria-100-tahun-galang-sumbangan-untuk-tenaga-kesehatan-inggris-3RBxeSokFh.jpg Kapten Tom Moore. (Foto/Mirror)

LONDON - Di tengah berita mengenai ratusan ribu orang yang meninggal karena corona di Inggris, cerita mengenai perayaan ulang tahun ke-100 Kapten Tom Moore menjadi salah satu berita yang memberikan semangat dan harapan. 

Beberapa minggu lalu, Kapten Tom mengatakan jika ia akan mengumpulkan dana dengan target 1.000 pondsterling untuk disumbangkan ke NHS, lembaga yang menangani kesehatan di Inggris.

Cara ia menggalang dana adalah dengan akan berjalan setiap hari di taman depan rumah lansia sebanyak 100 kali, sebagai bentuk merayakan ulang tahunnya yang ke-100, tanggal 30 April.

Secara tidak terduga sumbangan kemudian mengalir tidak hanya dari Inggris, tapi dari seluruh penjuru dunia, yang sejauh ini sudah terkumpul lebih dari 30 juta pondsterling, atau lebih dari Rp580 miliar.

Ucapan selamat berdatangan dari seluruh dunia ketika veteran Perang Dunia ke-2 tersebut mencapai usia 100 tahun.

Kapten Tom juga mendapat kartu ucapan selamat ulang tahun dari Ratu Inggris Elizabeth II yang sekarang berusia 94 tahun.

Ratu Elizabeth menyebut Kolonel Tom ssebagai inspirasi bagi seluruh Inggris Raya.

"Tindakan heroik anda sudah membangkitkan semangat seluruh bangsa. Anda sudah membangkitkan inspirasi kebaikan, mendukung hal yang paling dekat dengan hati kita semua," tulis Ratu Elizabeth II dalam suratnya.

"Anda membuat jutaan orang bisa menyampaikan terima kasih kepada mereka yang bekerja di NHS, yang sudah bekerja keras dengan penuh keberanian dan semangat, sehingga nantinya kita bisa mengalahkan virus corona."

Selain itu Putra Mahkota Kerajaan Ingris Pangeran Charles juga mengirim ucapan selamat, bagi Kapten Tom yang disebut 'sebagai mesin penggalang dana satu orang."

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson juga mengangkat Kapten Tom menjadi salah satu penerima "Point of Light", sebuah inisiatif yang diluncurkan di tahun 2014 untuk memberi penghargaan kepada warga Inggris yang memberi pelayanan masyarakat.

Kemarin, Angkatan Udara Inggris (Royal Air Force) menerbangkan pesawat Spitfire dan Hurricane dari masa Perang Dunia ke-2 di atas rumah Kapten Tom.

Kementerian Pertahanan Inggris memberinya gelar kolonel kehormatan.

Minggu lalu Kapten Moore juga mencetak rekor dunia menjadi penyanyi tertua di dunia yang lagunya menduduki peringkat pertama tangga lagu pop di Inggris.

Kapten Tom bersama dengan beberapa penyanyi lain menyanyikan "You'll Never Walk Alone" yang juga menjadi ajang untuk mengumpulkan dana.

Lagunya menduduki peringkat pertama mengalahkan lagu 'Blinding Lights' yang dinyanyikan oleh kelompok musik 'The Weeknd'.

Kelompok musik asal Kanada ini sebelumnya meminta para penggemarnya untuk mendukung Kapten Tom Moore, meski lagu 'Blinding Lights' sedang unggul.

Inggris sudah lewati masa puncak pandemi

Perayaan ulang tahun Kaptem Tom ke-100 bersamaan dengan pengumuman PM Boris Johnson yang mengatakan negaranya sudah melewati puncak pandemi COVID-19.

PM Johnson memberikan jumpa pers pertama kalinya selama sebulan terakhir, setelah dia sembuh dari serangan virus corona.

"Saya bisa menyatakan bahwa hari ini, untuk pertama kalinya, kita sudah melewati puncak penyakit ini," kata PM Johnson dari kediamannya di 10 Downing Street di London.

"Kita sudah melewati masa puncak dan dalam perjalanan menurun, kita punya alasan untuk berharap semua ini akan berlangsung lama."

Angka kematian yang dilaporkan terjadi dalam 24 jam terakhir di Inggris adalah 647 orang, sehingga korban resmi sejauh ini adalah 26.711 orang, jumlah kematian terbesar ketiga di dunia setelah Italia dan Amerika Serikat.

PM Johnson sendiri baru saja memiliki bayi baru, bayi laki-laki, dari tunangannya Carrie Symonds yang lahir hari Kamis.

Dalam jumpa pers tersebut, Boris Johnson yang menerapkan lockdown di Inggris tanggal 23 Maret, membantah jika ia dianggap terlambat dalam bertindak.

Ia juga mengatakan pemerintah melakukan "hal yang benar di waktu yang tepat".

"Adalah tindakan yang tepat untuk menerapkan masa lockdown, sejauh mungkin dengan masa puncak pandemi," katanya.

Dengan puncak pandemi yang dianggap sudah lewat, pemerintah Inggris akan membeberkan langkah yang perlu diambil bagi pemulihan ekonomi minggu depan.

"Kapan tindakan akan kita lakukan sangat tergantung dimana kita berada dalam pandemi ini, bagaimana data yang ada, yang akan semakin banyak kita kumpulkan dalam beberapa hari mendatang," kata PM Johnson. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini