Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jalani Rapid Test, 21 Orang di Blora Dinyatakan Positif Terpapar Corona

Taufik Budi , Jurnalis-Kamis, 07 Mei 2020 |09:00 WIB
Jalani <i>Rapid Test</i>, 21 Orang di Blora Dinyatakan Positif Terpapar Corona
Ilustrasi rapid test covid-19. (Foto: Dok Okezone/Heru Haryono)
A
A
A

BLORA – Sebanyak 21 orang di Kabupaten Blora dinyatakan positif terpapar corona virus disease (covid-19) setelah menjalani rapid test atau uji cepat. Jumlah ini seiring terus bertambahnya pemudik dari berbagai kota yang pulang ke kampung halaman di sana.

"Zona merah ada 3, yakni Blora Kota, Cepu, dan Jati. Merah berarti sudah ada kasus positif covid-19," kata Wakil Bupati Blora Arief Rohman, Rabu 6 Mei 2020.

Baca juga: Relaksasi Moda Transportasi, Pengamat: Asa Memutus Penyebaran Corona Jadi Mission Impossible 

"Sedangkan zona oranye adalah wilayah yang terdapat kasus positif rapid test, meliputi Kunduran, Ngawen, Todanan, Jepon, Kradenan, dan Banjarejo. Selain itu masih zona hijau atau masih aman, namun tetap harus waspada," ucapnya.

Sedangkan total terdapat 4 kasus positif covid-19, yakni 2 di antaranya meninggal dan 2 masih perawatan medis.

Info grafis virus corona (Covid-19). (Foto: Okezone)

Selanjutnya positif rapid test ada 21 kasus. Lalu pasien dalam pengawasan (PDP) 11 orang, orang dalam pemantauan (ODP) 64 orang, dan orang tanpa gejala (OTG) 144 orang. Adapun pemudik mencapai 29.526 jiwa.

"Dengan adanya data tersebut, kita prihatin dengan peningkatan pasien positif rapid test. Sejumlah 21 pasien positif rapid test ini dalam pemantauan kita," jelas Arief.

"Sebagian sudah dikarantina di Klinik Bakti Padma (khususnya dari klaster santri Temboro) dan di Hotel Grand Mega bagi tenaga medis. Semuanya gratis, dibiayai oleh pemerintah, termasuk kebutuhan makan dan lainnya," lanjut dia.

Baca juga: Transportasi Umum Kembali Beroperasi, PSBB Dinilai Tak Akan Berjalan Efektif 

Pihaknya juga meminta seluruh pendatang bisa melapor ke desa masing-masing. Ketika diperiksa petugas kesehatan, pemudik diimbau jujur tentang riwayat perjalanannya agar bisa ditangani sesuai protokol kesehatan.

"Peran masyarakat sangat kami butuhkan agar bisa kompak bersama-sama melawan persebaran virus ini. Terus patuhi protokol kesehatan. Semoga kita semua bisa segera terbebas dari wabah ini," pungkasnya.

(Hantoro)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement