Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

4 Kabupaten di Bengkulu Berstatus Zona Merah Covid-19

Demon Fajri , Jurnalis-Sabtu, 09 Mei 2020 |10:04 WIB
 4 Kabupaten di Bengkulu Berstatus Zona Merah Covid-19
Foto Ilustrasi Okezone
A
A
A

BENGKULU - Sepuluh dari enam kabupaten di Provinsi Bengkulu, masih berstatus zona hijau covid-19, dan empat daerah lainnya masih berstatus zona merah virus corona. Hal tersebut ditandai dengan adanya kasus konfirmasi diempat daerah tersebut.

Enam daerah zona hijau itu Kabupaten Mukomuko, Bengkulu Utara, Lebong, Rejang Lebong, Seluma dan Kabupaten Bengkulu Tengah. Sementara zona merah Kota Bengkulu, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu Selatan dan Kabupaten Kaur.

Kasus konfirmasi di Kota Bengkulu, sebanyak 7 orang. Mereka pasien 01, 02, 03, 04, 08, 12, 13 dan pasien 14 asal Kota Bengkulu. Lalu di Kabupaten Kepahiang, pasien 05, 06 dan 07, di Bengkulu Selatan, pasien 09 dan Kabupaten Kaur pasien 10 dan 11.

 Virus Korona

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Bengkulu, Jaduliwan mengatakan, pada hari ini sebanyak 87 sampel swab tenggorokan dikirim ke laboratorium Unand, Padang, Sumatera Barat.

Puluhan swab itu, terang Jaduliwan, dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus Bengkulu, 53 sampel, Kabupaten Kaur 10, Bengkulu Selatan 6, Rumah Sakit Harapan dan Doa Kota Bengkulu 7, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu 9, dan Kabupaten Kepahiang 2 sampel.

Secara keseluruhan sampel swab yang diperiksa, kata Jaduliwan, 288 sampel, 14 diantaranya dinyatakan positif, 160 sampel proses pemeriksaan.

''Ada 87 swab yang dikirim ke Laboratorium Unand Padang, Sumatera Barat, hari ini,'' kata Jaduliwan, dalam keterangan yang diterima Okezone.

Untuk rapid test, terang Jaduliwan, sudah dilakukan sebanyak 3.720 orang, 3.666 dinyatakan non reaktif, 57 dinyatakan reaktif, dan 3 pemeriksaan test cepat covid-19 hari ini, 3 orang dinyatakan reaktif covid-19.

 

Tiga orang itu, jelas Jaduliwan, berinisial AL (51), laki-laki, BR (56), laki-laki dan HN (24), perempuan, mereka bertiga berasal dari Kota Bengkulu. Di mana mereka tidak memiliki gejala, berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG), dan saat ini menjalani isolasi mandiri.

''Tiga warga Kota Bengkulu yang dinyatakan reaktif covid-19, hari ini sudah dilakukan pengambilan swab oleh Dinas Kesehatan Kota Bengkulu,'' jelas Jaduliwan.

Perkembangan kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP), terang Jaduliwan, 687 orang, 612 selesai pemantauan, 75 proses pemantauan, dan 2 kasus tambahan ODP, pada hari ini, yang berasal dari Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Kaur.

Kasus Pasien Dalam Pengawasan, sambung Jaduliwan, sebanyak 31 kasus, 11 dinyatakan sehat, 2 menjadi konfirmasi, 6 proses pengawasan, 12 meninggal dunia, dan tambahan 1 kasu pada hari ini.

''Penambahan kasus hari ini, 2 ODP dari Kabupaten Rejang Lebong dan Kaur, dan 1 kasus PDP, berinisial SK (74), laki-laki, asal Kota Bengkulu, dengan keluhan sesak nafas, pneoumoni, penyakit pengorbit DM dan jantung,'' sampai Jaduliwan.

Sementara itu, sebanyak 41 tenaga kesehatan yang bertugas di rumah sakit rujukan covid-19 di Provinsi Bengkulu, dikarantina di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Bengkulu.

Mereka dikarantina paska 2 kasus konfirmasi covid-19 dialami tenaga kesehatan yang terlibat dalam penanganan covid-19. Tidak hanya itu, 41 tenaga kesehatan tersebut, telah dilakukan pengambilan swab.

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan dan SDM, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu, Edriwan Mansyur mengatakan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus Bengkulu, tidak lumpuh. Sebab, kata Edriwan, di RSUD M Yunus masih ada tenaga kesehatan lainnya.

Namun, Edriwan mengakui, paska dua kasus positif dan 41 tenaga kesehatan yang dikarantina pelayanan di rumah sakit rujukan RSUD M Yunus, tidak full lagi atau tidak maksimal lagi.

''Aktivitas di rumah sakit tidak lumpuh. Memang tidak full lagi atau tidak maksimal lagi. Tapi, pelayanan tidak terganggu,'' kata Edriwan.

Edriwan juga mengaku, dokter spesialis, dokter IGD, serta tenaga paramedis sempat kontak dengan pasien kasus konfirmasi 13 dan 14 yang merupakan tenaga kesehatan covid-19. Namun, Edriwan tidak mengetahui berapa jumlah dokter spesialis, IGD dan paramedis yang kontak langsung yang saat ini telah dikarantina.

''Kita isolasi 41 tenaga kesehatan agar memutuskan mata rantai covid tersebut. Kita berupaya pelayanan ini tidak akan terganggu. 41 tenaga kesehatan ini kita istirahatkan dulu selama 14 hari,'' sampai Edriwan.

Di RSUD M Yunus Bengkulu, sampai Edriwan, dokter spesialis sebanyak 40 orang yang berhadapan dalam penanganan covid-19, dokter umum 20 orang, dokter gigi 12 orang, dan perawat 523 orang, Bidan 94, ditambah tenaga Kesling, Petugas Farmasi, petugas Analis.

''Total tenaga kesehatan untuk menangani covid-19 sebanyak 578 orang,'' sampai Edriwan.

Edriwan meminta, agar masyarakat Bengkulu mendoakan tenaga kesehatan yang menjalani karantina sehat, sehingga bisa kembali melayani pasien di rumah sakit menggantikan petugas kesehatan yang saat ini sedang bertugas.

''Kalau untuk tenaga kesehatan di rumah sakit rujukan masih cukup. Kalau dikatakan jumlah ideal, perlu. Kalau untuk saat ini masih bisa ditangani RSUD M Yunus,'' pungkasnya.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement