“Hitungan kita, mudah-mudahan awal Juni mendatang pandemik COVID-19 ini di Bali bisa berakhir,” imbuhnya.
Koster menambahkan, negara-negara lain di dunia semuanya baru belajar untuk menangani pandemi COVID-19 yang belum pernah ada sebelumnya. Dikatakan bila tugas gubernur salah satunya yang paling penting adalah membuat kebijakan, instruksi hingga imbauan untuk mengatur warga guna mencegah penularan makin meluas.
Masyarakat dan juga lembaga desa adat di bawah, bertugas untuk melaksanakannya dengan baik. Di sisi lain, pihaknya juga sedang menyiapkan konsep mitigasi bencana menghadapi masalah-masalah seperti COVID-19 ini bilamana terjadi lagi di masa yang akan datang.
“Saya yakin saat ini alam sedang menguji kita terutama di Bali untuk berhenti sombong, berhenti angkuh dan egois,” katanya.
Menurut Koster, semua pihak di Bali perlu introspeksi. Terutama dalam kaitan selama ini mengeksploitasi pariwisata besar-besaran. “Saat kondisi seperti sekarang, di mana orang-orang yang mengambil keuntungan selama berpuluh tahun? Untuk itu saya berkomitmen untuk mengerem cara-cara yang mengeksploitasi alam Bali lewat visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, dan desa adat harus menjadi pilar utamanya,” pungkasnya.
(Amril Amarullah (Okezone))
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.