SURABAYA - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta 168 orang yang hasil rapid testnya reaktif, di Kabupaten Bojonegoro untuk dilakukan observasi. Mereka berasal dari tiga pasar yang ada di Kabupaten Bojonegoro.
Pemprov Jatim juga sudah mengirimkan tim untuk melakukan tes swab PCR terhadap mereka. Hal itu dilakukan untuk mengetahui secara pasti apakah mereka terpapar positif virus corona atau tidak.
"Kita sudah sampaikan pada bu Bupati Bojonegoro (Anna Muawanah) supaya melakukan observasi kepada semuanya yang hasil rapid testnya reaktif," terang Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (11/5/2020).
Menurut Khofifah, mereka diobservasi bisa menggunakan ruang BLK Disnaker dan UPT Dinas Sosial yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Sehingga mereka bisa melakukan observasi dengan baik.

Pihaknya juga telah mengirimkan tim rumpun tracing yang dikomandoi dr Kohar untuk melakukan tes swab PCR pada 71 orang. Kemudian hari ini akan dilakukan tes swab lagi pada 74 orang.
"Pasar akan ditutup selama 7 hari sampai selesai swab. Kemudian memberikan proteksi pada siapa saja yang ada di lingkaran pasar. Sebab yang bisa dirapid tes penjualnya. Pembeli dan pelanggannya harus dilakukan tracing," tandas Khofifah.
Klaster di Bojonegoro ini bermula dari ada seorang pedagang keliling sakit dan dirawat di rumah sakit. Ketika dilakukan rapid test hasilnya reaktif. Tapi pedagang ini meninggal sebelum hasil swab keluar. Kemudian ada kasus lagi yang hasil rapid tes reaktif.
Sehingga dilakukan rapid test pada 269 pedagang yang ada di pasar tersebut. Hasilnya sebanyak 86 orang reaktif. Kemudian berkembang pada angka 168 orang yang reaktif hasil rapid test.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.