SURABAYA - Perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar Besar (PSBB) di Surabaya Raya oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dikhawatirkan akan menimbulkan masalah baru. Sebab, PSBB sendiri dinilai belum bisa menekan angka warga yang terpapar positif Covid-19.
PSBB untuk wilayah Surabaya Raya sendiri yang meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Sidoarjo, diputuskan untuk diperpanjang selama 14 hari lagi. PSBB jilid kedua dimulai 12 Mei hingga 25 Mei 2020.
"Ini (perpanjangan PSBB) akan membuat rakyat makin galau, dan lama-lama bisa frustrasi. Jika tidak terjaga, akan menyebabkan kepanikan yang berujung pada situasi yang tidak diinginkan," terang Pakar Komunikasi Politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Suko Widodo, Selasa (13/5/2020).
Menurut Suko, dampak sosial yang tidak bagus bagi usaha pencegahan penyebaran Covid-19. Sehingga nanti bisa timbul sikap warga melawan peraturan. Situasi psikis seperti itu pastilah tidak kondusif dalam upaya bersama-sama mencegah penularan Covid-19.
"Apalagi jika terjadi kesimpangsiuran dan overload informasi, bisa-bisa terjadi kepanikan massa. Bukan hanya soal cara memenuhi kebutuhan kesehatan fisik saja. Bukan pola soal cara beradaptasi terhadap aktivitas privat dan sosialnya. Tetapi juga kebutuhan psikis lainnya perlu dipikirkan, agar tetap terjaga kualitas emosi jiwa masyarakat," paparnya.
Ia menjelaskan, sebelum ditemukan vaksin Covid-19, PSBB dan protokol kesehatan untuk mencegahnya, penerapannya tidak maksimal. Sebagaimana laporan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA di 18 wilayah PSBB.
"Artinya, belum ada satu pun kawasan PSBB yang jumlah orang terpapar menurun secara drastis setelah PSBB. Perpanjangan PSBB inilah bakal membuat masyarakat semakin galau," urainya.
Kesabaran dan kebertahanan mental orang mulai memudar karena harus menjalankan protap kesehatan. Sehingga bakal banyak yang frustasi karena aktivitasnya semakin terbatas. Oleh karenanya, dia menyarankan membuat tim pendampingan warga.
"Karena jumlah gugus tugas yang terbatas. Tim Pendamping ini sebagai penjangkarnya gugus tugas. Dikasih otoritas dan dilatih secara masif dan cepat," tandasnya.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.