3 Balita Usia 1-4 tahun Positif Covid-19 di Sumsel

Era Neizma Wedya, iNews · Kamis 14 Mei 2020 08:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 14 610 2213802 3-balita-usia-1-4-tahun-positif-covid-19-di-sumsel-vri9iSEFjN.jpg (Foto: Okezone.com

PALEMBANG - Ada 3 pasien balita dengan rentang usia 1-4 tahun yang terkonfirmasi kasus positif baru di Sumsel. Informasi ini diumumkan oleh Gugus tugas pencegahan dan penanggulangan coronavirus disease (Covid-19) Sumsel (Sumatera Selatan), Rabu (13/5/2020).

Juru bicara gugus tugas Covid-19 Sumsel, Yusri, mengatakan ketiganya yakni pasien dengan nomor kasus 285 dan 290 merupakan balita berusia 4 tahun dengan jenis kelamin perempuan asal Palembang. Lalu ada balita berusia 1 tahun 10 bulan, laki-laki asal Kabupaten Banyuasin.

"Status ketiganya tertular secara transmisi lokal dari anggota keluarganya," katanya.

Dan sama seperti pasien lainnya, kata Yusri, ketiga balita ini juga diketahui positif Covid-19 setelah tim dari gugus tugas melakukan tracing terhadap setiap anggota keluarga, kerabat, maupun orang yang menjalin kontak langsung dengan pasien yang telah dinyatakan positif sebelumnya.

"Semua kasus transmisi lokal di Sumsel rata-rata masih dalam lingkaran keluarga maupun kerabat dekat dari pasien positif COVID-19 sebelumnya," ujarnya.

Adapun 43 tambahan kasus konfirmasi baru tersebut 15 orang berasal dari Palembang, 11 orang dari Ogan Komering Ilir (OKI), 15 orang dari Ogan Komering Ulu (OKU), dan masing-masing satu orang dari Kabupaten Banyuasin serta Kota Lubuklinggau.

"21 orang jenis kelamin laki-laki dan 22 perempuan, dengan rentang usia satu sampai 65 tahun," katanya.

Selain itu, kata Yusri, semua daerah asal pasien baru tersebut juga telah ditetapkan sebagai zona merah penularan lokal COVID-19 di Sumsel, setelah didapati penularan lokal generasi ke dua dan tiga dari pasien positif pertama. Kemudian, mereka juga didominasi sebagai orang tanpa gejala (OTG).

"Saat ini juga masih terdapat 1.421 sampel yang masih proses pemeriksaan di BBLK Palembang. Nah, sekitar 70 persennya berasal dari OTG," katanya. (Era Neizma Wedya-Sindotv)

(ahl)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini