Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Survei: Masyarakat Tidak Mampu Bertahan Lama dalam PSBB

Widi Agustian , Jurnalis-Senin, 18 Mei 2020 |12:32 WIB
Survei: Masyarakat Tidak Mampu Bertahan Lama dalam PSBB
Jakarta saat PSBB (Okezone.com/Heru)
A
A
A

JAKARTA - Lembaga survei Median merilis hasil survei terkait dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Umumnya, masyarakat tidak mampu bertahan lama dalam kondisi PSBB ini.

"Mayoritas responden yang sudah mengalami PSBB (35,9%) mengaku hanya mampu bertahan lagi mengikuti PSBB selama kurang dari 1 bulan sampai 1 bulan," demikian salah satu kesimpulan survei tersebut, seperti dikutip dari rilis paparan Median, Senin (18/5/2020).

Ada tiga alasan orang hanya tahan kurang 1 bulan lagi mengikuti PSBB. Pertama, ekonomi sulit dan harus mencari nafkah. Kedua, agar bisa kembali sekolah atau kuliah. Dan terakhir, bosen di rumah terus.

Selanjutnya, tiga besar alasan orang hanya tahan satu bulan lagi mengikuti PSBB antara lain, pertama ekonomi sulit dan ingin mencari nafkah. Kedua, bosen di rumah terus dan ketiga, satu bulah cukup untuk mencegah penyebaran covid-19.

 korona

"Pertimbangan ekonomi dan kesulitan mencari nafkah merupakan alasan utama di balik pernyataan tersebut," sebut dia.

Dia melanjutkan, tiga hal yang memberatkan warga selama PSBB ialah ekonomi makin sulit, aktivitas terbatas dan aktivitas harus online.

Responden dari survei ini dipilih secara acak dari survei nasional median sebelumnya, yakni survei pada September 2018-Februari 2020 ditemukan total 20.658 nomor telepon.

Dari total 20.658, diambil sampel 1.000 nomor telepon responden, dengan margin of error sebesar plus minus 3% pada tingkat kepercayaan 95%.

(Salman Mardira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement