Share

Kronologi Warga Boyolali Buka Kain Kafan Jenazah yang Ternyata Pasien Covid-19

Agregasi Solopos, · Rabu 20 Mei 2020 09:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 20 512 2216865 kronologi-warga-boyolali-buka-kain-kafan-jenazah-yang-ternyata-pasien-covid-19-9nu8YeEfcf.jpg Pemakamana pasien Covid-19. (Foto: Ilustrasi/Okezone.com)

BOYOLALI - Jenazah pria berusia 78 tahun yang positif Covid-19 tanpa sengaja dimakamkan dengan cara biasa atau tanpa prosedur Covid-19 di Desa Senting, Kecamatan Sambi, Boyolali, Kamis 14 Mei 2020. Akibatnya, 19 warga setempat harus menjalani isolasi mandiri dan dipantau petugas kesehatan.

Informasi yang diperoleh Solopos, pria berinisial SP itu meninggal dunia di Jakarta pada Kamis (14/5/2020). Hari itu juga jenazah dikirim ke Desa Senting, Sambi, Boyolali, untuk dimakamkan.

Camat Sambi, Purnawan Raharjo mengatakan, jenazah langsung dimakamkan begitu tiba di Desa Senting. Masyarakat dan keluarga tidak mengira yang bersangkutan positif Covid-19.

"Saat itu, informasi dari keluarga, yang bersangkutan meninggal karena stroke. Rumah sakit di Jakarta juga tidak memberi protokol kesehatan. Mestinya kalau PDP pun ada protokol kesehatannya. Kami juga heran," katanya, Selasa 19 Mei 2020.

Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

Tanpa ada informasi mengenai keterkaitan penyebab meninggalnya orang tersebut dengan Covid-19, jenazah pria itu dimakamkan di Boyolali tanpa protokol pemulasaraan jenazah pasien corona. Warga yang membantu memakamkan tidak menggunakan alat pelindung diri.

Membuka Tali Kain Kafan

Tali kain kafan jenazah bahkan sempat dibuka sebelum dimakamkan. Dua hari kemudian, pada Sabtu (16/5/2020), rumah sakit di Jakarta menginformasikan hasil laboratorium swab pria itu yang ternyata positif Covid-19.

Baca juga: Pemerintah: Tidak Ada Alasan Menolak Jenazah Pasien Covid-19

"Akhirnya ini menjadi permasalahan di Kabupaten Boyolali," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Boyolali, Ratri S Survivalina.

Tim dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Boyolali langsung melakukan tracing dan pemantauan terhadap kontak erat SP. Khusus warga yang membuka tali kain kafan jenazah pria yang dimakamkan di Boyolali itu sudah diagendakan untuk pemeriksaan di Rumah Sakit Darurat Covid-19. "Nanti berapa hari lagi kami evaluasi lagi, semoga tidak ada yang reaktif," kata dia.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini