Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ahli Epidemiologi: Herd Immunity Tak Cocok Diterapkan di Indonesia

Fadel Prayoga , Jurnalis-Jum'at, 22 Mei 2020 |06:21 WIB
Ahli Epidemiologi: <i>Herd Immunity</i> Tak Cocok Diterapkan di Indonesia
ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Pakar Epidemiologi dari Universitas Indonesia, Pandu Riono menyebut penerapan kebijakan herd immunity tak cocok untuk dilaksanakan di Indonesia terkait penanganan virus corona atau Covid-19.

Pasalnya, jumlah penduduk Indonesia yang mencapai ratusan juta, dikhawatirkan nantinya malah menambah kasus kematian di Tanah Air.

Diketahui, Herd immunity merupakan cara untuk menjaga kekebalan kelompok. Wacana tersebut sempat menimbulkan protes keras dari sejumlah kalangan termasuk dari para ilmuwan. Sebagian orang beranggapan herd immunity bukanlah ide yang baik, bahkan dapat meningkatkan jumlah korban jiwa secara drastis.

“Penduduk kita kan banyak banget. Sampai kapan mau semuanya sebagian besar terinfeksi? Artinya, nanti yang sebagian (terpapar Covid-19) itu juga meninggal. Jadi tidak mungkin (herd immnunity diterapkan di Indonesia),” kata Pandu kepada Okezone, Jumat (22/5/2020).

Menurut dia, dari seluruh negara di dunia, hanya Swedia yang nekat menerapkan kebijakan herd immnunity tersebut. Namun, pada akhirnya mereka pun menyesal lantaran keputusan itu mengakibatkan sekira 5.000 warganya meninggal dunia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement