nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasien Covid-19 di Jatim Melonjak, Gugus Tugas: Harus Disiplin, Contoh Vietnam!

Syaiful Islam, Okezone · Jum'at 22 Mei 2020 07:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 05 22 519 2217745 pasien-covid-19-di-jatim-melonjak-gugus-tugas-harus-disiplin-contoh-vietnam-LnynqbywZl.jpg Ilustrasi (Dok. okezone)

SURABAYA - Angka warga Jatim yang positif covid-19 terus bertambah. Pada Kamis 21 Mei warga Jatim yang terkonfirmasi positif covid-19 sudah mencapai 2.942 orang. Bahkan, untuk Kamis tambahan warga Jatim yang positif berjumlah 502 orang.

Berbagai upaya dilakukan pemprov Jatim untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Salah satu caranya adalah pemberlakukan PSBB. Jika ingin berhasil menekan angka pasien covid-19, maka kuncinya masyarakat dan pemerintah harus sama-sama disiplin.

"Kami dipimpin pak Sekda selalu evaluasi PSBB dari Surabaya Raya dan Malang Raya. Jadi PSBB ini suatu alat supaya kita semua melakukan disiplin pada physical distancing, sosial distancing, memakai masker, dan pola hidup sehat," terang Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi, Kamis (21/5/2020).

Menurut Joni, lalu disiplin isolasi diri apabila diketahui sebagai pembawa. Karena harus disiplin dan tidak bisa keluar rumah, maka pemerintah memberi support.

"Salah satu parameternya ada penambahan kasus. Disiplin kata kunci, ya masyarakat dan pemerintah. Kalau masyarakat disiplin yang disediakan hanya masker dan hand sanitizer," papar Joni.

Namun jika kurang disiplin, sambung Joni, yang disediakan harus ruang observasi dan rumah sakit. Kalau masyarakat tidak disiplin dan pemerintah tidak disiplin dalam menegakan aturan PSBB, maka yang harus disediakan ventilator dan peti mati.

"Ini serius. Kalau dilihat grafik dari negara tetangga yang menang lawan covid kedisiplinan nomor satu, apakah itu harus punya biaya besar? tidak. Coba baca Vietnam, Filipina dan Thailan. Mereka kuncinya pada disiplin, negara tidak terlalu kaya dengan kita, vietnam lebih miskin dari kita. Tapi disiplin masyarakatnya luar biasa, kawan-kawan media bisa melihat disiplin masyarakat kita bagaimana," tandasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini