Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kasus Baru Corona RI Hampir 1.000, Ahli Epidemiologi: Itu Belum Puncak

Muhamad Rizky , Jurnalis-Minggu, 24 Mei 2020 |06:55 WIB
Kasus Baru Corona RI Hampir 1.000, Ahli Epidemiologi: Itu Belum Puncak
Ilustrasi (Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA – Penambahan kasus baru positif Covid-19 di Indonesia meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir bahkan hampi mencapai 1.ooo orang. Namun, pakar epidemologi dari Universitas Indonesia (UI) Syahrizal Syarif menilai kasus corona di Tanah Air belum mencapai masa pucak.

" Itu belum puncak wabah," kata Syahrizal kepada Okezone, Minggu (5/24/2020).

Sabtu 23 Mei kemarin, Gugus Tugas Covid-19 melaporkan ada penambahan 949 orang baru terinfeksi corona di Indonesia sehingga total pasien positif 21.745 orang. Pada Kamis lalu, terdapat 973 pasien baru positif Covid-19, tertinggi sejak kasus corona pertama ditemukan di Tanah Air.

Syahrizal menjelaskan, lonjakan angka pasien positif corona tersebut karena pemeriksaan spesimen di Indonesia yang semakin meningkat. Artinya pemerintah lebih banyak mendeteksi spesimen per hari sehingga banyak pasien yang ketahuan positif.

 Ilustrasi

Bahkan kata dia, angka pasien positif corona bisa meningkat lebih dari 1.000 orang pasien per hari jika pemeriksaan spesimen yang dilakukan lebih banyak.

"Menurut saya kalau 10 ribu (spesimen) kemampuan kita memeriksa dari yang diperiksa yang positif itu sekitar 13 sampai13,5 persen. Jadi kalau meriksa 10 ribu (spesimen) kita akan dapat angka sekitar 1200 sampai 1400 (pasien) artinya angka 900 bukan angka tertinggi," tuturnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement