"Dapat kita lihat tadi ya, stok sembako seperti gula, beras, minyak goreng siap. Sewaktu waktu bisa di berikan kepada warga yang membutuhkan dalam kondisi mentah atau masak. Tentunya menyesuaikan kondisi, dan warga yang paham dengan situasi itu," jelas Eddwi usai meninjau ketersediaan makanan di posko kampung tangguh.
Hal lain yang tak kalah penting adalah adanya fasilitas kesehatan dari warga oleh warga dan untuk warga. Ruangan sederhana untuk pemeriksaan awal kesehatan jika ada warga yang sakit telah disiapkan, termasuk tenaga medisnya. Apabila pemeriksaan awal terhadap warga yang di periksa mengkhawatirkan, maka akan segera di komunikasikan dengan tiga pilar desa yaitu Kepala Desa, Babinkamtibmas dan Babinsa untuk di teruskan ke fasilitas kesehatan diatasnya seperti puskesmas atau rumah sakit daerah. Sehingga warga yang sakit dapat segera tertangani, dan diketahui masuk dalam kategori Orang Dalam Pengawasan (ODP) atau orang dengan resiko (ODR).
Baca Juga : Klaster Santri Temboro Dominasi Kasus Covid-19 di Kabupaten Blora
Sebagai pembina kampung tangguh Eddwi Optimis keberadaan kampung tangguh di wilayahnya mampu merubah zona merah yang melanda 12 kecamatan di kabupaten Madiun manjadi Hijau Kembali.
"Ya dengan keberadaan kampung kampung kampung tangguh ini saya percaya akan mampu merubah zona merah kecamatan kecamatan yang sebelnya merah menjadi hijau kembali. Tentu selain ikhtiar juga disertai doa, memohon kepada Allah SWT agar wabah ini segera berakhir," tutupnya.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.