Acara Halalbihalal Dianggap Tak Patuhi Protokol Kesehatan, Ini Tanggapan IPDN

CDB Yudistira, Okezone · Selasa 26 Mei 2020 16:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 26 525 2219865 acara-halalbihalal-dianggap-tak-patuhi-protokol-kesehatan-ini-tanggapan-ipdn-0JyivQQyPN.jpg Foto: Dok. IPDN

BANDUNG - Indonesia Police Watch (IPW) menyayangkan kampus Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Jatinangor menggelar acara halal bihalal yang dihadari ratusan orang. Acara yang diadakan di tengah pandemi Covid-19 itu juga dihadiri sejumlah pejabat Kemendagri yang bertugas di IPDN.

Terkait dengan itu, IPDN memberikan klarifikasi terkait pelaksanaan makan siang praja dan sholat idul fitri praja di Kampus IPDN Jatinangor pada 24 Mei 2020.

Melalui rilis resmi yang diterima Okezone, Sejak 15 Maret 2020 seluruh Praja sudah dikarantina, tidak diizinkan pesiar dan dikunjungi oleh pihak luar serta tidak diizinkan untuk mudik ataupun pulang kampung, termasuk juga sejumlah 819 orang PNS yang tidak diizinkan untuk mudik, bahkan sebagian PNS bekerja dari rumah.

Pada hari Minggu 24 Mei 2020 sebanyak 3.092 orang praja muslim yang saat ini berada di Kampus IPDN Jatinangor, tetap melaksanakan sholat idul fitri berjamaah di wisma masing-masing. Pelaksanaan shalat id berjamaah ini dilakukan pada pukul 06.30 WIB di 38 wisma/barak IPDN.

Setelah pelaksanaan shalat id, pada jam makan siang praja yang dilaksanakan pada pukul 13.00-15.00 WIB dilaksanakan makan siang bersama jajaran pimpinan IPDN di Menza (tempat makan praja di Kampus IPDN) yang diikuti 3.747 orang praja.

Pelaksanaan acara makan siang praja tetap mengacu kepada protokol kesehatan yakni menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan.

Baca Juga: IPW Sayangkan IPDN Jatinangor Gelar Halal Bihalal di Tengah Corona

"Maksud dan tujuan dari acara ini yakni memberikan apresiasi atas ketaatan, kepatuhan kepada praja IPDN, memberikan ketenangan dan kenyamanan pelaksanaan Idul Fitri dengan tidak mudik, memberikan semangat belajar mengingat bulan depan sudah memasuki kalender ujian dan ini merupakan bentuk kepedulian pimpinan IPDN selaku orang tua praja di Kampus IPDN," ujar Kepala Biro Administrasi Kerja Sama dan Hukum Baharuddin Pabba, dalam rilisnya, yang diterima, Selasa (26/5/2020).

Pada acara tersebut, disampaikan tausiah idul fitri oleh Dosen IPDN dilanjutkan dengan makan siang dan penampilan kreativitas praja serta hiburan musik dari penyanyi.

Rektor dalam imbuannya pada makan siang tersebut menyampaikan bahwa, segenap pimpinan IPDN selaku orang tua, tentunya terpanggil untuk memberikan nasihat, penyampaian hikmat idul fitri dan hiburan yang singkat kepada praja, baik penampilan kreasi praja sendiri maupun adanya penyanyi dari luar dan waktunya pun sangat singkat.

Dalam acara tersebut pun, tidak ada salam-salaman seperti halnya acara halal bihalal, kami pun tidak bersinggungan dan makan dengan menggunakan nasi kotak, serta dalam acara tersebut diberikan tausiah singkat oleh Dosen IPDN dan nasihat dari Rektor IPDN.

Adapun pelaksanaan pencegahan covid 19 di lingkup IPDN sudah dilaksanakan sedemikian ketat, selain rapid test covid 19 untuk seluruh praja dan ASN yang ada di seluruh kampus IPDN, juga dilaksanakan penyemprotan disinfektan, pemberian vitamin dan pelaksanaan olahraga dan berjemur setiap jam 09.00 WIB rutin dilaksanakan.

"Sehingga di internal kampus sejauh ini steril dari pandemi Covid 19. Semoga pandemik ini segera berakhir, kita semua selalu diberikan kesehatan dan keadaan menjadi kembali normal," tulisnya.

Sebelumnya, Ketua Presidium IPW, Neta S Pane berharap Mendagri Tito Karnavian menindak tegas para pejabat IPDN yang mengizinkan acara pengumpulan massa ini. Dari data dan foto yang diterima IPW, halal bihalal itu dilakukan bersamaan dengan Perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H pada 24 Mei 2020, siang.

“Acara yang melanggar PSBB ini sangat disesalkan. Bagaimana mungkin, para calon birokrat itu bisa seenaknya melanggar ketentuan Pemeritah dan melanggar PSBB. IPW sudah melaporkan pelanggaran berat PSBB ini kepada Mendagri, yang membawahi IPDN. Diharapkan ada tidakan tegas dari Mendagri terhadap kasus ini,” kata Neta dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Selasa (26/5/2020).

Menurut Neta, halal bihalal itu bertolak belakang dengan upaya Pemerintah memutus mata rantai pandemi Covid 19. Kampus IPDN di Jawa Barat itu justru membuat acara perayaan Hari Raya Idul Fitri yang dihadiri ratusan Praja dan para undangan di Balirung Rudini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini