Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gelombang 6 Meter Rusak Warung dan Gazebo di 3 Pantai Gunungkidul

Agregasi KR Jogja , Jurnalis-Rabu, 27 Mei 2020 |14:53 WIB
Gelombang 6 Meter Rusak Warung dan Gazebo di 3 Pantai Gunungkidul
(Foto: KR Jogja)
A
A
A

WONOSARI - Gelombang tinggi yang menerjang Kawasan Pantai Selatan Kabupaten Gunungkidul, berdampak terjadinya kerusakan fasilitas wisata dan lapak pedagang, Rabu (27/05/2020 siang. Dilaporkan Tim SAR Linmas Korwil II DIY, kerusakan fasilitas terjadi di Pantai Somandeng, Sundak dan Sepanjang.

“Ketinggian gelombang terus naik dan hari kedua ini mencapai lebih dari 16 feet atau 6 meter,” kata Koordinator SAR Linmas Koorwil I DIY Marjono didampingi Sekretaris Surisdiyanto.

Menurut Surisdiyanto, gelombang tinggi tersebut akan terus terjadi hingga puncaknya dipredikdisi Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) pada Jumat 29 Mei 2020. Sampai hari kedua, yang terkena dampak dan terdata memang baru di tiga pantai di Kecamatan Teps dan Tanjungsari.

Di Pantai Sundak, terdapat 1 warung makan dan 5 gazebo rusak diterjang gelombang; Pantai Somandeng 6 gazebo dan 2 kamar mandi; dan Pantai Sepanjang beberapa kamar mandi wisatawan juga rusak.

“Untuk kerusakan fasilitas akibat terdampak gelombang di pantai lain tengah didata,’" mbuh SekretarisTim SAR Surisdiyanto.

Baca juga: Aksi Kriminalitas saat Ramadhan dan Idul Fitri Turun 27 Persen

Terkait dengan perubahan cuaca sepanjang pantai selatan dan mengacu pada informasi BMKG, pihanya dua hari sebelumnya sudah melakukan berbagai langkah antisipasi dan melakukan pemantauan kordisi cuaca secara rutin.

“Seluruh nelayan dan masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan diminta untuk menghentikan aktivitas di laut. Bahkan terkait dengan gelombang tinggi ini pemilik kapal terutama para nelayan diminta untuk memindahkan kapal ke tempat yang jauh dari jangkauan ombak," ucapnya.

Sementara itu, kondisi cuaca saat ini, selain mendung dan hujan ringan pada pagi dan sore hari, laut dalam keadaan berkabut.

“Patroli tetap kita lakukan meskipun seluruh objek wisata pantai dan wisata minat khusus masih ditutup akibat pandemi Covid-19,” terang Marjono.

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement