Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gubernur Sumut Belum Izinkan Siswa Kembali Bersekolah

Wahyudi Aulia Siregar , Jurnalis-Jum'at, 29 Mei 2020 |22:24 WIB
Gubernur Sumut Belum Izinkan Siswa Kembali Bersekolah
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat memimpin rapat terkait penanganan Covid/Foto: Istimewa
A
A
A

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, belum mengizinkan aktifitas belajar-mengajar di sekolah pascaberakhirnya status Tanggap Darurat Bencana Penyakit Virus Corona (Covid-19). Meski tengah menjalani transisi menuju fase new normal, namun masih dibutuhkan berbagai langkah persiapan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah.

Hal itu dikatakan Edy saat memimpin rapat Petunjuk Strategis GTPP Covid 19 Pascastatus Tanggap Darurat di Medan, Jumat (29/5/2020).

Hadir dalam rapat itu, para pejabat anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Sumatera Utara, serta sejumlah Wali Kota dan Bupati di Sumatera Utara.

"Saya belum izinkan untuk anak-anak kembali ke sekolah. Untuk mempersiapkan new normal, saya akan mempersiapkan beberapa langkah. Seperti melakukan rapid test terhadap guru dan pegawai sekolah," papar Edy.

Kemudian melakukan sterilisasi secara periodik terhadap ruang kelas dan ruang guru. Diperlukan juga pengaturan jam belajar mengajar, pengaturan tempat duduk siswa maupun pembatasan jumlah siswa dalam satu kelas. Termasuk juga mengatur pembatasan kegiatan ekstrakurikuler.

Edy menyebutkan, new normal yang nantinya akan diterapkan di Sumut harus juga disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan daerah masing-masing yang ada di Sumut.

"Ketika pemerintah pusat mengatakan akan menerapkan New Normal, maka kita tidak boleh menolaknya, tapi untuk menerapkannya harus ada hal-hal yang kita perhatikan menyesuaikan dengan karakteristik di daerah masing masing. Jangan karena ingin cepat, disamakan semua langkah-langkah yang akan diterapkan," ujar Edy.

New normal adalah tatanan, kebiasaan dan perilaku yang baru berbasis pada adaptasi untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat. Skenario ini untuk mempercepat penanganan Covid-19 dalam aspek kesehatan dan sosial-ekonomi.

Pemerintah Indonesia telah mengumumkan rencana untuk mengimplementasikan skenario new normal dengan mempertimbangkan studi epidemiologis dan kesiapan regional.

"Setelah ini saya tidak perlu mengeluarkan Surat Edaran lagi. Status tanggap darurat berakhir hari ini, selanjutnya kita masuk masa transisi, untuk menentukan apakah kita akan menerapkan New Normal, Disorder dan Survival. Prosesnya bisa seminggu, bisa juga dua minggu, selama itu kita akan menerima masukan dari berbagai pihak, tapi bukan berarti warga bisa dengan bebas keluyuran keluar rumah," pungkansya.

Menyahuti keinginan Gubernur, Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin Siregar optimis Sumut akan mampu menjalankan New Normal.

"Dari pelaksanaan Takbiran dan Solat Id, saya sangat apresiasi rakyat Sumut yang patuh dan ini bukti bahwa rakyat Sumut masih mendengarkan ucapan kita. Secara pribadi saya ucapkan apresiasi kepada bupati dan walikota yang juga mengindahkan anjuran untuk tidak takbiran di jalanan. Untuk itu saya optimis New Normal bisa kita jalankan di Sumut," ujarnya.

Menurut Kapolda, saat ini yang terpenting adalah melakukan edukasi ke masyarakat hal apa saja yang harus dilakukan saat menjalani New Normal.

"Kita bentuk tim, bagaimana nanti New Normal bisa kita terapkan. Misalkan di sekolah tidak mungkin menambah ruangan, untuk itu kita perlu melakukan pengaturan jam belajarnya, kemudian saat keluar rumah harus wajib menggunakan masker, masyarakat harus lebih diedukasi," tambahnya.

Mendukung keinginan Gubernur, Bupati Simalungun JR Saragih pun mengaku siap mendukung.

"Berbicara prilaku New Normal ini harus kita hadapi, kalau masyarakat patuh, tertib dan disiplin maka tidak akan ada masalah dengan pola New Normal ini. Dengan kondisi seperti saat ini semoga prilaku masyarakat pun berubah," ujarnya.

(Fetra Hariandja)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement