Pembatalan Pengoperasian Kereta di Yogyakarta Diperpanjang hingga 30 Juni

krjogja.com, · Selasa 02 Juni 2020 14:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 02 510 2223273 pembatalan-pengoperasian-kereta-di-yogyakarta-diperpanjang-hingga-30-juni-5Cg0ej4t5x.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

YOGYAKARTA - Pembatalan pengoperasian kereta diperpanjang hingga 30 Juni 2020. Hal tersebut disampaikan Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogya Eko Budiyanto.

Ia menjelaskan sebelumnya pembatalan KAreguler jarak jauh serta KA bandara diberlakukan hingga 31 Mei 2020. Namun kini, kereta api reguler yang masih beroperasi seperti biasa hanya KA Prameks, KA Perintis Batara Kresna serta kereta barang.

“Dengan mempertimbangkan kondisi saat ini serta mendukung upaya pencegahan penyebaran dan penularan virus Korona, pembatalannya kami perpanjang hingga 30 Juni 2020,” jelasnya, Senin (1/6/2020).

Selama proses perpanjangan pembatalan operasional KA jarak jauh tersebut pihaknya juga melakukan evaluasi perkembangan di lapangan. Apalagi PT KAI pusat juga menjalankan kereta luar biasa (KLB) untuk tujuan Gambir, Bandung dan Surabaya Pasar Turi. Perjalanan KLB itu pun dilakukan secara terbatas sesuai aturan pemerintah dengan protokol yang cukup ketat.

Eko Budiyanto juga mengimbau kepada masyarakat yang memerlukan perjalanan menggunakan KLB, diharuskan melengkapi persyaratan sesuai Surat Edaran Gugus Tugas Covid-19. Persyaratan tersebut di antaranya menunjukkan surat hasil tes negatif Covid-19, surat tugas dari perusahaan, KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah, serta dokumen pendukung lainnya seperti Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) DKI untuk menuju Jakarta, dan lain sebagainya.

“Perjalanan KLB ini akan tetap dijalankan untuk melayani masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan layanan KLB ini juga akan terus dievaluasin pengoperasiannya,” imbuhnya.

Baca Juga : Berita Baik, Hasil Rapid Test 208 Warga Bogor Seluruhnya Negatif Corona

Sementara okupansi KA Prameks maupun KAPerintis Batara Kresna selama masa pandemi Covid-19, jauh be rkurang dibanding hari biasa. Jika pada kondisi normal rata-rata sehari okupansinya mencapai 9.000 orang perhari, kini hanya sekitar 600 orang perhari. Di samping itu, KAI tetap membatasi kapasitas angkut dengan menjual hanya 50 persen tempat duduk dari kapasitas kereta.

Eko menambahkan, sejumlah upaya untuk mendukung pencegahan penularan Covid-19 selama ini sudah dilakukan. Antara lain membuat batas antre dan duduk di stasiun maupun kereta untuk menerapkan physical distancing, menyediakan alat pengukur suhu badan, ruang isolasi, pos kesehatan, hand sanitizer, wastafel portable di stasiun, hinga rutin membersihkan fasilitas penumpang dengan disinfektan.

(aky)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini