WASHINGTON DC - Tim dokter Gedung Putih pada Rabu (3/6/2020) melaporkan bahwa mereka terus memantau ritme jantung Presiden Donald Trump termasuk setidaknya satu hasil elektrokardiogram (EKG), guna berjaga akan kemungkinan efek samping obat malaria yang di konsumsi selama dua minggu untuk mencegah virus corona.
"Presiden menyelesaikan regimen pengobatan itu dengan aman dan tanpa efek samping," tulis Dr. Sean Conley dalam laporan terbaru tentang fisik Trump dan obat hidroksiklorokuin (HCQ) yang dilansir VOA.
Conley mengatakan, secara keseluruhan terjadi sedikit perubahan dalam ukuran kesehatan dasar Trump dibandingkan 16 bulan lalu. Pada sisi negatif, berat badan Trump naik satu pon. Namun sisi positif, kadar kolesterolnya terus turun.
"Data menunjukkan Presiden tetap sehat," Conley menyimpulkan.
Trump mengonsumsi hidroksiklorokuin selama dua minggu setelah dua staf Gedung Putih dinyatakan positif Covid-19.
Conley mengatakan itu dilakukan dengan berkonsultasi dengan "tim medis dan memantau ketat EKG." Ritme jantung abnormal adalah salah satu efek samping berbahaya yang diketahui dari hasil penelitian tentang obat tersebut.
Penelitian besar pertama dan berkualitas tinggi menunjukkan obat itu terbukti tidak ampuh mencegah Covid-19 dalam uji klinis pada orang yang memiliki kontak dekat dengan pasien Covid-19.
Hasil penelituan yang diterbitkan oleh New England Journal of Medicine pada Rabu menunjukkan hidroksiklorokuin tidak lebih baik dari pil plasebo dalam mencegah penyakit akibat virus corona. Namun obat itu tampaknya tidak menyebabkan efek samping yang serius, sekitar 40 persen umumnya hanya mengalami masalah perut ringan.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.