"Data kumulatif... tidak mencerminkan saat negara ini berada," kata Bolsonaro dalam cuitan di Twitter sebagaimana dilansir BBC. Namun, dia tidak menjelaskan mengapa informasi tersebut harus dihapus atau tidak dapat dirilis.
Dia mengatakan langkah-langkah tambahan sedang diambil untuk "meningkatkan pelaporan kasus".
Keputusan itu telah banyak dikritik oleh jurnalis dan anggota Kongres. Penghapusan data terjadi setelah Brasil melaporkan lebih dari 1.000 kematian selama empat hari berturut-turut.
Brasil baru-baru ini mencatat rekor dalam pertambahan jumlah kasus Covid-19 dan memiliki lebih banyak kematian baru dibandingkan negara-negara lain.
Negara Amerika Latin itu memiliki lebih dari 640.000 infeksi yang dikonfirmasi, tetapi jumlahnya diyakini jauh lebih tinggi karena pengujian yang tidak memadai. Lebih dari 35.000 orang di Brasil telah meninggal karena penyakit yang menyebar dari China sejak akhir tahun lalu itu.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.