Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Penjelasan Khofifah Soal PSBB di Jatim yang Tak Diperpanjang

Harits Tryan Akhmad , Jurnalis-Kamis, 11 Juni 2020 |21:24 WIB
 Penjelasan Khofifah Soal PSBB di Jatim yang Tak Diperpanjang
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (foto: istimewa)
A
A
A

JAKARTA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa membeberkan alasan mengapa pembatasan sosial bersekala besar (PSBB) di wilayahnya tak diperpanjang.

Khofifah berkata, sejatinya wilayah Jawa Timur sudah siap menghadapi pola kehidupan baru alias new normal. Pasalnya angka penularan Covid-19 atau Rate of Transmission (RT)-nya kurang dari satu.

"Kita punya data dari tanggal 20 sampai dengan 27 Mei, Surabaya Raya, Gresik Sidoarjo maupun Jawa Timur itu selama 6 sampai 7 hari berturut-turut Rate of Transmission di bawah 1," kata Khofifah dalam program Prime Show with Ira Koesno di iNews sore, Kamis (11/6/2020).

Menurut Khofifah, dirinya pun sudah menghitung sekiranya 8 hari lagi dari tanggal 27 Mei, Jawa Timur bisa memasuki new normal.

"Kita menyampaikan berkali-kali, ayo kita jaga mungkin kita silaturahimnya virtual dulu silaturahim secara digital silaturahim, bagi mereka yang mudik atau pulang kampung sehingga silaturahim ini kemungkinan dilakukan massif sehingga tanggal 27 naik lagi," imbuh dia.

 

Dia pun menepis anggapan tak diberlanjutkannya PSBB di Jatim karena faktor ekonomi semata. Akan tetapi melalui pertimbangan yang mata melalui pakar epidemiologi hingga Kepala Daerah di Jawa Timur.

"Kami juga menyampaikan melalui tim epidemiologi dari FKM Unair hanya ini belum aman. Tapi kemudian masing-masing menyampaikan bahwa masyarakat di bawah ini sudah menyampaikan bahwa sumber income mereka sudah harus mulai kembali," jelas Khofifah.

"Kira-kira itu alasan walikota dan bupati di Surabaya raya ini, akhirnya kami, saya dan Pak Pangdam dan Kapolda meminta selain perlu peraturan Walikota, dan peraturan Bupati kami komitmen bersama semacam integritas ada 5 item tetap harus ada koordinasi dan sinkronisasi dari berbagai intervensi tracing, testing dan treatment," imbuhnya.

Selain itu, Khofifah menekankan masing-masing kepala daerah meyamini bahwa potensi masyarakat untuk mengawal dan memutus mata rantai Covid-19 dapat berjalan.

"Rupanya masing-masing kepala daerah meyakini bahwa akan ada potensi dari masyarakat akan potensi dari kearifan lokal potensi dari masyarakat untuk bisa mengawal bersama-sama memutus rantai penyebaran covid itu," tandasnya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement