Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Basarnas Lakukan Rapid Test kepada ABK Kargo Asal Brazil yang Sakit

iNews TV , Jurnalis-Jum'at, 12 Juni 2020 |20:42 WIB
Basarnas Lakukan Rapid Test kepada ABK Kargo Asal Brazil yang Sakit
Basarnas saat evakuasi ABK Kapal Kargo Asal Brazil (foto: istimewa)
A
A
A

BANDA ACEH - Seorang Anak Buah Kapal (ABK) dari kapal kargo berbendera Panama, dievakuasi tim Basarnas Banda Aceh, karena mengalami sakit di bagian usus, proses evakuasi dilakukan dengan standar protokol kesehatan, untuk menghindari penyebaran virus corona, korban dilakukan rapid tes sebelum naik ke kapal KN Kresna milik Basarnas Aceh.

Proses evakuasi berjalan cukup lancar, tanpa perlu di tandu, korban berjalan sendiri menaiki kapal SAR dengan di dampingi oleh petugas menggunakan APD lengkap, setelah hasil rapid tes menyatakan negatif atau tanpa reaktif. Korban langsung di evakuasi ke daratan Pelabuhan Ulee Lheu, dan langsung di bawa ke RSUDZA menggunakan ambulans.

Kepala Kantor Basarnas Banda Aceh, Budiono mengatakan, kapal tersebut merupakan kapal kargo, rutenya dari Brazil menuju Singapore, saat dalam perjalanan salah satu ABK mengalami sakit, sehingga kaptennya menghubungi Basarnas Banda Aceh untuk proses evakuasi.

Menurutnya, ABK tersebut merupakan warga negara Filipina, setelah mengevakuasi ABK nya, kapal kargo tersebut melanjutkan perjalanan kembali menuju ke Singapura.

"Hasil rapid tes korban terkonfirmasi negatif, kondisinya normal, ABK tersebut mengalami sakit di uluhati, diperkirakan sakit lambung, usai divakuasi, ABK tersebut langsung di bawa ke RSUDZA sebagai rumah sakit rujukan," kata Budiono.

 

Sementara itu, Kordinator wilayah Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Pelabuhan Ulee Lheu, Fery Irawan mengatakan, meskipun hasil rapit tes menyatakan negatif, tapi pihaknya tetap merekomendasikan untuk dilakukan uji swab di rumah sakit rujukan.

"Hasil pemeriksaan rapid tes yang dilakukan oleh petugas tadi, menunjukkan hasil non reaktif, walaupun demikian, berdasarkan protokol kesehatan untuk penanganan Covid-19, untuk pendatang luar negeri, kita rekomendasikan agar tetap dilakukan uji swab RT PCR di rumah sakit rujukan," kata Fery.

Menurutnya, dari diagnosa sementara yang dilakukan oleh tim medis, korban mengalami Irilius Paraliting, atau terjadi penyumbatan pada usus.

"Kalau bahasa umum penyumbatan di perut, sehingga mengalami nyeri perut, dari gejala klinis yang muncul, arahnya ke penyumbatan usus," katanya.

Saat ini ABK tersebut, telah di bawa ke RSUDZA untuk dilakukan penanganan lebih lanjut, oleh para medis sesuai dengan protokol kesehatan.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement