SAN LORENZO – Seorang pastor di Argentina telah membuka kembali gerejanya sebagai bar sebagai protes terhadap langkah-langkah penguncian (lockdown) Covid-19, yang dia anggap ‘mendiskriminasi’ layanan keagamaan.
Pastor Daniel Cattaneo dan para pendeta lainnya pada Minggu (14/6/2020) berpakaian seperti pelayan bar dan melayani jemaat mereka saat berkhotbah. Cara ini dilakukan untuk mengatasi aturan kuncian di Argentina yang masih membatasi layanan gereja tidak lebih dari 10 orang sementara bisnis lain dapat dibuka kembali dengan kapasitas 30-40 persen.
Langkah-langkah penjarakan sosial tetap dipatuhi dan anggota jemaat mengenakan masker sementara pendeta mengenakan celemek berjalan-jalan dengan nampan membagikan Alkitab di "bar ibadah" San Lorenzo.
Así tuvo que abrir la Iglesia Redentor, la persecución religiosa por parte del estado nacional se hace cada vez más evidente.@omarperotti es hora de que te la juegues y te rebeles contra las presiones del gobierno naciónal.#QueAbranLosTemplos pic.twitter.com/UCBOSmMfkR
— Federico Picchio (@Picchio_Fede) June 11, 2020
"Kami berdiri di sini hari ini berpakaian seperti ini, membawa nampan, karena sepertinya ini adalah satu-satunya cara kami dapat melayani firman Tuhan," kata Cattaneo kepada media setempat sebagaimana dilansir RT, Senin (15/6/2020).