463 Orang di Kabupaten Cirebon Terkena DBD, 11 Meninggal

Fathnur Rohman, Okezone · Senin 15 Juni 2020 14:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 15 525 2230307 463-orang-di-kabupaten-cirebon-terkena-dbd-11-meninggal-zWLE9qpBW2.jpg Ilustrasi

CIREBON - Jumlah warga penderita Demam Berdarah Dengeu (DBD) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat kembali bertambah. Hingga minggu kedua bulan Juni 2020 kasus penderita DBD tercatat sebanyak 463 orang.

Menurut Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Cirebon, Nanang Ruhyana, meski angka kasus penderita DBD di Kabupaten Cirebon bertambah, namun jumlah tersebut masih lebih sedikit bila dibandingkan dengan angka kasus penderita DBD di tahun 2019 pada periode yang sama.

Ia menyebut, saat ini jumlah penderita DBD tercatat sebanyak 463 orang. Sedangkan pada bulan Juni tahun 2019 lalu jumlah penderita DBD mencapai sekitar 1000 orang.

"Kalau dibandingkan dengan tahun lalu pada bulan yang sama jumlahnya masih rendah. Tahun 2019 pada bulan Juni totalnya mencapai sekitar 1000 kasus. Sedangkan sekarang hanya 463 kasus, " kata Nanang kepada wartawan, Senin (15/6/2020).

Nanang menjelaskan, untuk korban meninggal dunia akibat penyakit DBD di Kabupaten Cirebon tercatat sekitar 11 orang. Sebelumnya, hingga bulan Mei lalu jumlah penderita DBD yang meninggal dunia ada sekitar 8 orang.

"Di bulan Juni ada 463 kasus. 11 kasus di antaranya meninggal," ujar Nanang.

Lebih lanjut ia menerangkan, untuk wilayah tertinggi penderita DBD di Kabupaten Cirebon terdapat di lima kecamatan. Yakni Kecamatan Plumbon, Kecamatan Greged, Kecamatan Lemahabang, Kecamatan Plered, dan Kecamatan Babakan.

"Kemudian kalau kita lihat dari Kecamatan. Kecamatan tertinggi ada lima. Plumbon, Greged, Lemahabang, Plered, dan Babakan. Di mana di Plumbon ada 45 kasus, Kecamatan Greged 39 kasus, Kecamatan Lemahabang 30 kasus, dan Kecamatan Babakan 26 kasus, Kecamatan Plered 28 kasus," katanya.

Ia memastikan upaya penanggulangan dan pencegahan DBD di Kabupaten Cirebon terus dilakukan. Nanang mengimbau agar masyarakat tetap wasapada dengan penyakit DBD di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Sehingga jumlah penderita DBD di Kabupaten Cirebon tidak bertambah.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini