Cerita Arungi Laut 12 Jam untuk Salurkan Bantuan ke Pulau Terluar

Demon Fajri, Okezone · Selasa 16 Juni 2020 19:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 16 340 2231181 cerita-arungi-laut-12-jam-untuk-salurkan-bantuan-ke-pulau-terluar-k4GrcqOzzn.jpg Penyaluran bantuan sosial untuk warga di pulau terluar Bengkulu. Foto: Demon-Okezone

BENGKULU - Sebanyak 213 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Pulau Enggano, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, menerima Bantuan Sosial Tunai (BST), untuk 3 bulan sekaligus. Yaitu terhitung sejak bulan April 2020, Mei, dan Juni 2020.

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 di pulau terdepan atau pulau terluar provinsi berjuluk ''Bumi Rafflesia''. Ratusan Kepala Keluarga (KK) itu mendapatkan BST Rp600 ribu per KPM per bulan.

Di balik penyaluran BST, petugas bercerita tentang bagaimana mereka menempuh perjalanan laut tidak kurang dari 12 jam menggunakan kapal Ferry. Mengarungi lautan itu merupakan tantangan tersendiri.

Para petugas dilengkapi berbagai persyaratan untuk memasuki pulau yang memiliki 6 desa di pulau terluar. Kepala Kantor Pos Cabang Bengkulu Guntama Pramudya bercerita, dalam penyaluran BST, pihak menerjunkan 3 petugas.

Petugas itu lulus uji rapid test sebelum berangkat, kemudian dilengkapi surat tugas, masker, hand sanitizer dan lain-lain sesuai protokol kesehatan.

Jika tidak memenuhi persyaratan maka mereka tidak diperbolehkan masuk ke pulau terdepan Provinsi Bengkulu, tersebut. Bahkan hanya boleh berdiam di dalam kapal.

''Kita harus melengkapi persyaratan untuk masuk ke sana (Enggano), sesuai dengan protokol kesehatan. Jika tidak memenuhi persyaratan maka tidak boleh masuk ke Enggano,'' cerita Gutama, saat ditemui okezone, Selasa (16/6/2020).

Bansos yang disalurkan yakni untuk 213 KPM yang tersebar di 6 desa di Pulau Enggano. Desa itu meliputi Apoho 36 KPM, Banjar Sari 35 KPM, Kaana 42 KPM, Kahyapu 44 KPM, Malakoni 13 KPM dan Meok 43 KPM.

Baca Juga: 200 Ton Beras Disiapkan untuk Warga Bengkulu Terdampak Corona 

''Penyaluran BST di pulau terluar Bengkulu disalurkan 3 bulan sekaligus. Mulai dari bulan April 2020, Mei, dan Juni 2020. Per KPM mendapatkan BST sebesar Rp600 ribu per bulan,'' kata Guntama..

KPM di pulau Enggano, terang Guntama, mendapatkan keistimewaan. Penyaluran BST dibayar 3 bulan sekaligus, sementara untuk kecamatan lain di Bengkulu baru dibayar 2 bulan atau 2 tahap, yakni bulan April dan Mei 2020.

Nilai yang didapat oleh mereka yang masuk daftar KPM yaitu Rp1,8 juta untuk 3 bulan (April-Juni).

Secara keseluruhan penerima BST di Bengkulu, kata Guntama, sebanyak 54.366 KPM tersebar di 10 kabupaten/kota di Bengkulu. Dari jumlah penerima tersebut, 87 persen BST telah tersalurkan ke KPM setiap daerah.

''Enggano mendapatkan keistimewaan dari pemerintah, sehingga penyaluran disalurkan 3 bulan sekaligus. Enggano masuk dalam wilayah klaster 3 dalam penyaluran BST. Namun, untuk kecamatan lainnya penyaluran baru 2 tahap atau 2 bulan (April dan Mei),''ujar Guntama.

Dalam penyaluran tersebut, sampai Gutama, dari Kantor Pos Cabang Bengkulu menggunakan data dari Kementeria Sosial RI. Meskipun demikian, terang Guntama, 8 persen berpotensi tidak tersalurkan. Hal tersebut terjadi jika ada calon penerima ternyata orang mampu atau meninggal dunia atau sudah menerima bantuan lain.

Baca Juga: Bansos Tunai Rp108 Miliar Disalurkan ke 60 Ribu KK Terdampak Corona di Bengkulu 

''Dari 54.366 KPM penerima, diprediksi 8 persen tidak tersalurkan. Namun, saat ini penyaluran BST secara keseluruhan sudah mencapai 87 persen,'' pungkas Gutama.

Sebelumnya Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan pihaknya menyiapkan bantuan senilai Rp108 miliar bagi 60 ribu kepala keluarga (KK) yang terdampak corona virus disease (covid-19).

Ia menerangkan, berdasarkan data Kementerian Sosial setiap KK akan mendapat bansos tunai sebesar Rp600 ribu selama tiga bulan, terhitung mulai April hingga Juni 2020.

Bansos tunai ini, jelas Rohidin, akan diberikan kepada masyarakat dalam rangka pencegahan dampak covid-19.

"Setelah data 60 ribu nanti sampai, baru kita lakukan pembagian ke kabupaten/kota. Kita tidak mau menunggu lama, karena masyarakat sudah menunggu, dan warga terdampak dampak covid-19 betul-betul sudah mengharapkan," kata Rohidin dalam keterangannya, Kamis (16/4/2020).

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini