Penderita Demam Berdarah di Sukoharjo Alami Peningkatan

Agregasi KR Jogja, · Kamis 18 Juni 2020 22:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 18 512 2232523 penderita-demam-berdarah-di-sukoharjo-alami-peningkatan-fUyzBSToK0.jpg Foto Istimewa

SUKOHARJO - Jumlah penderita dan kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) di Sukoharjo terus mengalami peningkatan. Data terakhir dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo mencatat ada 131 orang penderita, dan empat orang diantaranya meninggal dunia. Korban meninggal dunia terakhir terjadi terhadap warga di wilayah Kecamatan Tawangsari.

Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Penyakit Menular DKK Sukoharjo, Bejo Raharjo mengatakan, jumlah penderita dan kematian akibat DBD di Sukoharjo terus mengalami peningkatan.

Hal tersebut ditemukan petugas dari hasil pemeriksaan disemua wilayah. Perkembangan data terakhir diketahui ada 131 orang penderita DBD dan empat orang diantaranya meninggal dunia.

 DBVD

Kasus DBD di semua wilayah sudah mendapat penanganan sepenuhnya dari petugas DKK Sukoharjo. Para penderita telah dirawat secara medis baik di puskesmas maupun di rumah sakit. Petugas memantau penuh sejak masuk hingga dinyatakan sembuh.

“Data terakhir menunjukan adanya peningkatan jumlah kasus DBD baik penderita maupun korban meninggal dunia. Kami minta masyarakat terus waspada terhadap ancaman bahaya DBD ditengah pandemi virus corona sekarang,” kata Bejo seperti dilansir dari KRJogja.com, Kamis (18/6/2020).

Jumlah penderita DBD sesuai data DKK Sukoharjo di 12 kecamatan paling banyak berada di wilayah Kecamatan Sukoharjo sebanyak 25 orang, Kecamatan Bendosari 19 orang, Kecamatan Nguter 15 orang. Sedangkan kecamatan lain jumlah penderita rata rata dibawah 15 orang.

Jumlah penderita DBD di masing masing kecamatan setiap tahun bervariasi baik peningkatan maupun penurunan. DKK Sukoharjo meminta agar petugas disetiap kecamatan aktif turun membantu. Disisi lain masyarakat juga wajib menjaga kebersihan lingkungan sebagai pencegahan terjangkitnya DBD.

“Korban meninggal akibat DBD rinciannya, satu orang warga Kecamatan Kartasura, dua orang warga Kecamatan Gatak dan terakhir satu orang warga Kecamatan Tawangsari,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala DKK Sukoharjo Yunia Wahdiyati mengatakan, dilihat dari perkembangan data diketahui terjadi grafik peningkatan jumlah penderita dan korban meninggal dunia akibat DBD.

Data DKK Sukoharjo diketahui pada awal Mei lalu jumlah penderita DBD hanya 68 orang, namun meningkat pada awal Juni menjadi 109 orang dan tiga orang diantaranya meninggal dunia. Peningkatan terus terjadi pada pekan kedua Juni menjadi 131 orang dan empat orang diantaranya meninggal dunia.

Peningkatan kasus DBD tersebut menjadi perhatian DKK Sukoharjo mengingat cukup menonjol. Terlebih lagi kasus DBD muncul ditengah pandemi virus corona. Karena itu petugas meminta pada masyarakat untuk selalu waspada terhadap semua kemungkinan terjangkitnya penyakit.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini