Kasus DBD di semua wilayah sudah mendapat penanganan sepenuhnya dari petugas DKK Sukoharjo. Para penderita telah dirawat secara medis baik di puskesmas maupun di rumah sakit. Petugas memantau penuh sejak masuk hingga dinyatakan sembuh.
“Data terakhir menunjukan adanya peningkatan jumlah kasus DBD baik penderita maupun korban meninggal dunia. Kami minta masyarakat terus waspada terhadap ancaman bahaya DBD ditengah pandemi virus corona sekarang,” kata Bejo seperti dilansir dari KRJogja.com, Kamis (18/6/2020).
Jumlah penderita DBD sesuai data DKK Sukoharjo di 12 kecamatan paling banyak berada di wilayah Kecamatan Sukoharjo sebanyak 25 orang, Kecamatan Bendosari 19 orang, Kecamatan Nguter 15 orang. Sedangkan kecamatan lain jumlah penderita rata rata dibawah 15 orang.
Jumlah penderita DBD di masing masing kecamatan setiap tahun bervariasi baik peningkatan maupun penurunan. DKK Sukoharjo meminta agar petugas disetiap kecamatan aktif turun membantu. Disisi lain masyarakat juga wajib menjaga kebersihan lingkungan sebagai pencegahan terjangkitnya DBD.