Fenomena Gerhana Tak Ada Kaitan dengan Bencana, Tapi Bukti Kebesaran Allah

Azhari Sultan, Okezone · Minggu 21 Juni 2020 18:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 21 340 2233911 fenomena-gerhana-tak-ada-kaitan-dengan-bencana-tapi-bukti-kebesaran-allah-kxom2DzGKL.jpg Gerhana matahari cincin (foto: Istimewa)

JAMBI -- Gerhana matahari cincin (GMC) sebagian memang tidak semua dapat dinikmati masyarakat Indonesia. Meski demikian, sebagai bagian dari rasa syukur, masyarakat di Jambi menyambutnya degan sholat gerhana secara berjamaah di masjid. Seperti yang dilakukan warga Lorong Hasanah Tiga, Kelurahan Beliung, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi. 

Bertempat di Masjid Al-Muhandisin sejumlah warga lelaki dan wanita terlihat melaksanakan Salat Gerhana. Dipimpin seorang imam salat, mereka dengan khusuknya mengerjakan salat sunat tersebut.

Menurut Imam Masjid, Marjohan, Salat Gerhana ini dilakukan pada saat terjadinya gerhana. "Salat ini dilakukan dua rakaat, setiap terjadi fenomena ini kita selalu lakukan salat sunnah," ungkapnya singkat.

Sebelumnya, dalam khotbahnya, Marjohan menyatakan, salat sunnah gerhana ini dilakukan sebagai tanda bukti kebesaran Allah SWT.

"Kejadian gerhana seperti ini pun bukan tanda bakal timbul bencana. Gerhana ini tanda bukti kekuasaan Allah," kata dia dalam khotbahnya.

Yogi, salah seorang warga mengaku, gerhana matahari cincin yang terjadi di Jambi tidak begitu jelas. "Ado gerhana matahari, tapi dak begitu jelas," imbuhnya.

Sebelumnya, Gerhana Matahari Cincin (GMC) akan kembali terlihat pada 21 Juni 2020 di beberapa wilayah Indonesia. Termasuk Provinsi Jambi, dapat melihat gerhana mulai pukul 14.16 WIB, puncaknya pukul 15.00 WIB, dan berakhir pukul 15.44 WIB.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini