Main Saham, Pemuda Ini Curi Uang Bantuan Corona dari Kantor Ayahnya

Era Neizma Wedya, iNews · Minggu 21 Juni 2020 01:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 21 610 2233652 main-saham-pemuda-ini-curi-uang-bantuan-corona-dari-kantor-ayahnya-6q6oUSUzCG.jpg Polisi menangkap pemuda (tengah) pelaku pencurian uang bantuan virus corona (Foto: Era Neizma)

PALEMBANG - Seorang anak di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) nekat mencuri uang bantuan bagi warga terdampak virus corona sebesar Rp163 juta dari kantor ayahnya sendiri.

Kepala Kepolisian Sektor Kalidoni, Palembang AKP Irene mengatakan tindak pencurian itu terjadi pada Rabu 10 Juni 2020 sekira pukul 17.00 WIB. Saat itu, pelaku yang bernama NN (24) nekat mencuri kunci kantor Pos Sungai Buah dari tas milik HF (58), ayahnya sekaligus korban. Di mana, yang bersangkutan merupakan kepala di kantor pos tersebut.

"Saat pelaku menjemput ayahnya pulang kerja, korban yang membawa sepeda motor menitipkan tas itu kepada pelaku yang dibonceng. Nah, saat itulah pelaku mengambil kunci itu," katanya, Sabtu (20/6/2020).

 

Dijelaskan Irene, korban saat itu tidak langsung pulang ke rumah melainkan mampir sebentar ke sebuah tempat. Kemudian, pelaku meminta izin untuk pergi sebentar meninggalkan ayahnya.

"Pelaku ini ternyata kembali ke kantor pos itu dan menjalankan aksi mencuri uang Rp163 juta dari lemari penyimpanan di kantor tersebut. Uang itu diketahui bantuan untuk warga terdampak corona," jelasnya.

Setelah berhasil mendapatkan uang tersebut, pelaku kemudian kembali menemui korban kemudian mengantarkannya pulang ke rumah. Saat di perjalanan pelaku mengembalikan kunci kantor itu ke tas milik korban.

"Setibanya di rumah pelaku bahkan sempat memberikan uang Rp1,3 juta kepada korban. Setelah itu pelaku kabur dan tidak kembali ke rumah," katanya.

Kemudian, aksi pencurian tersebut baru disadari korban keesokan harinya saat berada di kantor. Hingga akhirnya melaporkan peristiwa ini kepada polisi. Berdasarkan hasil penyelidikan, petugas berhasil menangkap pelaku yang keberadaannya dilacak dari nomor ponsel yang digunakannya.

"Pelaku telah mengakui perbuatannya. Uang dicurinya itu digunakan untuk deposit bermain jual beli saham," katanya.

Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 363 Ayat (1) ke-3 KUHP mengenai tindak pidana pencurian dengan pemberatan, dan diancam dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini