
Seharusnya, sambung dia, setiap aturan yang diterbitkan pemerintah tidak memberatkan masyarakat. Sehingga, ia mendorong agar pemerintah mengurangi biaya rapid test yang saat ini bisa mencapai Rp400 ribu untuk sekali tes.
Apalagi, hasil rapid test tersebut hanya berlaku selama tiga hari. Politisi PAN itu menyatakan bahwa seharus pemerintah gencar melakukan rapid test massa kepada masyarakat secara gratis.
Selain itu, mantan Ketua PP Muhammadiyah itu mendorong pemerintah membuat skema pembiayaan terkait dengan rapid test supaya tidak memberatkan masyarakat.
"Kalaupun masyarakat ikut rapid test, yang untung itu bukan masyarakat yang melakukan rapid test itu saja, tetapi juga pemerintah dapat untung. Kenapa? Dengan rapid test itu, pemerintah tahu mana yang sakit, mana yang sehat, mana yang terpapar Covid. Ini kan keuntungannya bersama. Karena itu, ini harus dikurangi harganya," imbuhnya.