Ibu Tuna Rungu Penjual Kunyit Asam untuk Menghidupi Dua Putrinya

Sony Hermawan, iNews · Kamis 25 Juni 2020 10:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 25 519 2236041 ibu-tuna-rungu-penjual-kunyit-asam-untuk-menghidupi-dua-putrinya-nFjqPaQMH0.jpg Ibu Vivin, penjuan minuman kunyit asam di Jalan Perak, Surabaya/Foto: tangkapan layar (Sony Hermawan-iNews)(

SURABAYA - Pribahasa “Kasih sayang ibu sepanjang masa, kasih sayang anak sepanjang galah” pantas disematkan kepada Vivin. Kendati menyandang tuna rungu atau kesulitan berbicara, ia tetap berjuang demi dua buah hatinya.

Pandemi Covid-19 ini berdampak hampir ke semua sektor kehidupan. Banyak masyarakat mengalami masa-masa sulit karena harus bertahan di kondisi yang serba terbatas.

Salah satunya dialami pedagang yang menyandang disabilitas ini. Demi menghidupi kedua putrinya, Vivin bersama putrinya berjualan minuman sehat dan menyegarkan yakni kunyit asam.

Meski keterbatasan fisik, Vivin terus berjuang menjual minuman herbal di Jalan Perak, Surabaya, Jawa Timur. Meski mempunyai keterbatasan pada indera pendengaran, ia tetap gigih berjuang untuk bertahan hidup.

Dibantu sang anak, Melinda, setiap hari mereka menjajakan setidaknya 39 botol kunyit asam dengan harga Rp.6.000 per botol. Pada box pendingin tempat minumannya tertulis “Maaf saya tuli jual kunyit asam sehat menyegarkan” sebagai cara vivin menawarkan dagangannya kepada calon pembeli.

Melinda sendiri tampak bersemangat membantu ibunya berjualan setiap pagi. Berbagai keterbatasan tidak menyurutkan semangat keduanya mencari nafkah.

Kunyit Asam

"Saya dan ibu berjualan setiap hari. Sudah lama berjualan atau sebelum wabah corona. Senang bisa bantu ibu jualan. Kami berangkat pukul 06.00 dan pulang kalau sudah habis," kata Melinda.

Salah seorang pembeli, Udin mengaku tertarik membeli setelah mendapat info video viral ibu vivin dari teman-teman Bonek, suporter persebaya. Ia juga berusaha mengajak masyarakat yang perekonomian layak untuk lebih memperhatikan saudara-saudara yang kesusahan di tengah pandemi Covid-19.

"Sebab, mereka warga yang paling terdampak dan lebih membutuhkan bantuan. Untuk sesama rekan-rekan Bonek yang lebih mampu membantu saudara-saudara kita yang terdampak wabah di Surabaya," ungkapnya.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini