Komando Angkatan Udara Finlandia Hapus Simbol Swastika dari Emblemnya

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 02 Juli 2020 09:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 02 18 2239875 komando-angkatan-udara-finlandia-hapus-simbol-swastika-dari-emblemnya-XR790yb16D.jpg Emblem lama Komando Angkatan Udara Finlandia (kiri), dan emblem baru yang tidak memiliki simbol swastika. (Foto: Kementerian Pertahanan Finlandia)

HELSINKI – Komando Angkatan udara Finlandia menghapus simbol swastika yang telah lama menjadi bagian dari lambang. Lambang yang sebelumnya menampilkan swastika dan sepasang sayap kini berganti menjadi emblem dengan seekor burung di bagian tengahnya.

Simbol swastika akan selalu dikaitkan secara intrinsik dengan Nazi Jerman dan kejahatannya, meskipun asalnya sebenarnya bisa dilacak sejak ribuan tahun lalu.

Namun, sekarang telah dikonfirmasi bahwa Komando Angkatan Udara Finlandia telah berhenti menggunakan lambang unit ini. Perubahan ini pertama kali diamati oleh akademisi Universitas Helsinki Teivo Teivainen.

Dia sebelumnya mempertanyakan apakah kelanjutan penggunaan simbol itu membantu angkatan bersenjata Finlandia.

Angkatan udara Finlandia telah menggunakan swastika sejak didirikan pada 1918, tak lama setelah negara itu menjadi negara merdeka dan jauh sebelum Nazisme menghancurkan Eropa.

Sampai 1945, pesawat-pesawatnya membawa simbol swastika biru dengan latar belakang putih. Lambang itu tidak dimaksudkan untuk menunjukkan kesetiaan pada Jerman Nazi, meskipun kedua negara bersekutu selama Perang Dunia II.

Meski simbol itu ditinggalkan pesawat setelah Perang Dunia II, swastika masih ditampilkan dalam beberapa emblem unit Angkatan Udara, bendera unit dan dekorasi, termasuk pada seragamnya, demikian dijelaskan juru bicara angkatan udara Finlandia kepada BBC.

Menurut keterangan dari angkatan udara, sejak Januari 2017 lambang untuk Komando Angkatan Udara telah diubah sehingga mirip dengan lambang Angkatan Udara, elang emas dan lingkaran sayap.

"Karena unit emblem dikenakan pada seragam, itu dianggap tidak praktis dan tidak perlu untuk terus menggunakan lambang unit lama, yang telah menyebabkan kesalahpahaman dari waktu ke waktu," kata juru bicara itu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini