JAKARTA – Indonesia Political Opinion (IPO) merilis hasil survei terkait nama-nama menteri yang paling diharapkan untuk di-reshuffle. Salah satunya adalah Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziah. Lantas bagaimana tanggapan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)?
Merespons hal tersebut, Ketua DPP PKB Daniel Johan mengatakan, pihaknya menyerahkan keputusan reshuffle kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Hal ini, kata dia, dikarenakan kepala negara yang mempunyai hak prerogatif dan penilian tersendiri terkait menteri mana saja yang harus diberhentikan atau diganti.
“Kita serahkan saja kepada Presiden Jokowi untuk menilai menteri-menteri mana saja yang kinerjanya kurang perform,” kata Daniel kepada Okezone di Jakarta, Minggu (5/7/2020).
Di sisi lain, ia berkata Presiden Jokowi lah yang dapat menilai kinerja menterinya yang dianggap layak untuk di-reshuffle. Karena itu, bukanlah berdasarkan dari hasil survei.
“Masalah reshuffle hanya Presiden Jokowi yang paham. Selain hak prerogatifnya presiden, juga karena seluruh laporan kinerja kabinet kan presiden yang mengerti secara detail,” ujarnya.
“Bukan berdasarkan hasil survei, tapi kinerja dengan ukuran yang konkret,” ucapnya.