TKI Lolos Hukuman Mati di Arab Saudi Setelah Bayar Diyat Rp15,5 Miliar

Agregasi Sindonews.com, · Senin 06 Juli 2020 16:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 06 525 2242002 tki-lolos-hukuman-mati-di-arab-saudi-setelah-bayar-diyat-rp15-5-miliar-Qp04KlwCj5.jpg Ilustrasi

MAJALENGKA - Seorang TKI bernama Ety Toyib, warga Desa Cidadap, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, bebas dari hukuman mati. TKI yang sempat mendekam di penjara Arab itu, pun bisa berkumpul keluarganya di kampung halaman.

"Ety binti Toyyib Anwar, WNI asal Majalengka yang selamat dari hukuman mati dijadwalkan akan tiba di Jakarta sore ini pukul 16.05 WIB," kata Dubes Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel seperti dilansir dari Sindonews.com, Senin (6/7/2020).

Agus menjelaskan, Ety bisa terbebas setelah mampu membayar diyat sebesar 4 juta Riyal atau setara dengan Rp15,5 miliar, dan setelah mendekam di penjara selama 20 tahun. Selain itu, pemulangan Ety juga sebagai hasil dari jalur diplomasi yang dilakukan Dubes dengan pihak Kerajaan Arab.

"Untuk mempercepat proses pemulangan Ety Toyyib Anwar, Kami menemui Penasehat Raja Salman, Pangeran Khalid al-Faisal Al Saud yang juga menjabat Gubernur Makkah, dengan didampingi Koordinator Perlindungan WNI KBRI Riyadh, Raden Arief dan atase hukum Rinaldi Umar. Pertemuan berlangsung di kantor Pangeran Khalid al-Faisal di Jeddah," ujarnya.

Terkait dana sebesar Rp15,5 Miliar, sambungnya, berasal dari sumbangan berbagai pihak. Dana sendiri diterima pihak keluarga korban setahun yang lalu.

Baca Juga : HUT Ke-75 RI, Paskibraka Adalah Tim Cadangan Tahun Lalu

Baca Juga : KCI: Kerja Sistem Shift Solusi Urai Kepadatan Penumpang KRL!

"KBRI berkomitmen untuk selalu mengupayakan yang terbaik bagi para WNI yang terkena kasus berat atau High Profile Case. Dana tersebut merupakan hasil tabarru' (sumbangan) dari para dermawan berbagai pihak di Indonesia," jelas dia.

"Secara khusus, Kami menyampaikan berjuta terimakasih kepada LAZISNU yang telah memberikan sumbangan sebesar Rp12,5 miliar atau 80 persen dari jumlah diyat tebusan yang diminta ahli waris korban. Dana dihimpun selama 7 bulan dari para dermawan santri, kalangan pengusaha, birokrat, politisi, akademisi, masyarakat Jawa Barat dan komunitas filantropi. Ungkapan apresiasi juga disampaikan kepada para dermawan di Indonesia yang menyumbang sehingga mencapai Rp15,5 Miliar," lanjut Agus.

Sementara, Ety Binti Toyyib Anwar adalah WNI yang bekerja di Kota Taif, Arab Saudi. Tahun 2001 lalu, Ety didakwa menjadi penyebab wafatnya sang majikan, Faisal al-Ghamdi. Dalam persidangan, keluarga majikan menuntut hukuman mati qisas dan pengadilan memutuskan untuk hukuman mati tersebut.

Dalam perjalanannya, atau sekitar 18 tahun dari dakwaan, jelas dia, dengan melewati negosiasi yang panjang dan alot, keluarga majikan bersedia memaafkan dengan meminta diyat tebusan sebesar SR. 4.000.000.

"Oktober 2018 Kami ke rumah keluarga Ety di Majalengka, menemui anak dan saudara-saudaranya serta meminta restu dan dukungan doa untuk melakukan aksi kemanusiaan penyelamatan Ety Toyyib dari hukuman mati. Dalam empat tahun terakhir, KBRI Riyadh berhasil membebaskan 8 WNI dari hukuman mati dengan tanpa tebusan diyat. Di antaranya ada sepasang suami istri asal Kabupaten Indramayu," jelas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini