BOGOR - Pemerintah Kota Bogor terus berupaya menimimalisir penumpukan penunpang KRL di Stasiun Bogor yang kerap terjadi pada awal pekan. Hasilnya, jadwal perjalanan KRL dan angkutan bus gratis bagi penumpang akan ditambah.
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan bahwa hasil tersebut setelah rapat koordinasi dengan Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan Menteri Perhubungan Budi Karya dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Kamis 9 Juli 2020 malam.
"Disampaikan tidak memungkinkan untuk menambah kapasitas gerbong karena situasinya masih belum aman dan terbukti masih diemukannya pasien positif di stasiun.Oleh karena itu yang dilakukan pertama menambah jadwal kereta. Jadi ada dua jadwal yang berangkat lebih pagi di Stasiun Bogor," kata Bima, kepada wartawan, Jumat (10/7/2020).
Kemudian, lanjut Bima, menambah layanan angkutan bus gratis untuk penumpang KRL sehingga total menjadi 150 bus yang akan disiapkan. Rinciannya, sebanyak 75 bus disiapkan Kemeterian Perhubungan dan 75 bus lainnya dari Pemprov DKI Jakarta.
"Nanti ada 10 bus akan berangkat dari pol Damri di samping Botani Square dan sisanya 140 bus akan berangkat dari Stasiun Bogor. Untuk 140 bus tujuannya, Sudirman, Juanda, Tanah Abang dan Manggarai. Sedangkan bus yang dari Damri tujuannya adalah Sudirman dan Juanda," jelas Bima.
Tak hanya itu, kapasitas bus juga akan ditambah menjadi 70 persen. Sehingga, ada sekitar 6.000 penumpang yang akan diangkut oleh bus gratis.
"Berdasarkan kesepakatan, kapasitas bus juga akan ditambah jadi 70 persen. Jadi ada sekitar 40 orang di dalam bus. Kalau 40 dilaki 150 bus ada sekitar 6.000 penumpang. Ini perhatian untuk warga Bogor, mudah-mudahan ini mengurai. Karena hitung hitungan kami, lonjakan penumpang di pagi hari ini masih bisa dicairkan apabila busnya ditambah," tutup Bima.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.