Risma Blusukan: Maskernya Dipakai Jangan Diturunkan, yang Sakit Sudah Ribuan

Agregasi Sindonews.com, · Selasa 14 Juli 2020 12:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 14 519 2246082 risma-blusukan-maskernya-dipakai-jangan-diturunkan-yang-sakit-sudah-ribuan-RsTib4L3uT.jpg Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini blusukan ke pasar tradisional. Foto: Sindonews

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya mengentaskan wabah virus corona (Covid-19). Bahkan kepala daerah setempat terjun langsung ke lapangan untuk mengingatkan warga agar disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Terbaru, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini blusukan ke Pasar Keputran Utara dan Selatan, Selasa (14/7/2020).

Ia bersama Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II (Pangkogabwilhan II) Marsdya TNI Imran Baidirus, Danrem Tipe A 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Herman Hidayat Eko Atmojo, dan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Johnny Eddizon Isir. memberikan penyuluhan kepada warga.

Berangkat sejak subuh untuk berkeliling ke pasar tradisional melakukan operasi masker, Risma dan rekannya melakukan sweeping terhadap warga yang tidak menerapkan protokol kesehatan pada masa pandemi Covid-19 ini.

“Maskernya dipakai, jangan diturunkan. Yang sakit sudah ribuan jangan ditambah lagi. Nanti kalau sakit diisolasi 14 hari. Tidak enak memang (pakai masker), tapi kalau nanti sakit lebih tidak enak lagi," teriak Risma kepada para pedagang dan pembeli di pasar sebagaimana dikutip dari Sindonews.

Baca Juga:  Risma ke Warga Surabaya: Kita Masih Belum Aman

Setelah sweeping dilakukan, seluruh pedagang beserta karyawan di pasar itu juga dilakukan rapid test massal oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya. Hal ini untuk mengantisipasi tidak ada warga yang terpapar COVID-19.

Bagi warga yang hasil rapid test reaktif, mereka langsung dibawa ke salah satu hotel oleh Pemkot Surabaya untuk isolasi sembari dilakukan test swab.

“Kita rapid test semua, sebetulnya ini sudah ketiga kali di sini. Cuma sekarang saya pilih siapa yang ikut di-rapid. Jadi ini pengaruh dampaknya bisa ke kampung-kampung, karena itu kita lakukan (rapid test) ini supaya kampungnya juga aman,” tegasnya.

Risma menambahkan, pasar merupakan salah satu tempat pertemuan orang dengan jumlah besar. Seperti di Pasar Keputran yang menjadi induk pertemuan pedagang antar daerah. Karena itu, disiplin menerapkan protokol kesehatan di pasar menjadi salah satu fokus utamanya.

Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Imran Baidirus mengatakan, sebenarnya cara untuk mengendalikan kasus Covid-19 sederhana. Yakni disiplin menggunakan masker, jaga jarak, dan rajin cuci tangan.

“Kalau ini ditegakan, pasti saya yakin bahwa efektivitas dari penegakan disiplin ini akan sangat baik implementasinya di lapangan,” ucapnya.

Baca Juga:  Deadline dari Jokowi Habis, Wagub Jatim Apresiasi Risma dalam Menangani Wabah Covid-19 

Apalagi, kata Imran, pasar merupakan tempat kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari. Tentunya setiap hari pasti terjadi kerumunan massa. Oleh sebab itu, agar tidak terjadi kasus Covid-19 di pasar maka perlu dikendalikan.

“Di Pasar Keputran kan kita tahu sendiri kebutuhan-kebutuhan pokok masyarakat. Sehingga ini (pasar) memang kebutuhan sehari-hari, pasti ada kerumunan orang di sini. Nah, ini yang kita antisipasi mereka jangan sampai lengah,” ucapnya.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Johnny Eddizon Isir juga berkomitmen untuk terus mendukung Pemkot Surabaya bersama TNI mempercepat proses pengendalian kasus Covid-19. Salah satunya pengendalian di titik-titik keramaian seperti pasar.

“Apalagi dari preferensi (kecenderungan) sebelumnya, pernah dilakukan rapid disini dan ada yang kemudian positif,” kata Kombes Pol Isir.

Meski demikian, dia menyebut, saat ini angka kasus Covid-19 di Surabaya relatif turun dan sudah bisa terkendali. Namun upaya-upaya preventif untuk mencegah virus ini harus tetap ditegakkan. Selain itu pula upaya pengendalian ini juga perlu diimbangi dengan meningkatkan kesembuhan.

“Pasar Keputran ini sebagai salah satu pasar rujukan juga dari pedagang luar kota yang datang ke sini (Surabaya). Nah, ini yang perlu kita lakukan monitor dan kontrol. Jadi ini salah satu bentuk kita untuk membangkitkan lagi kesadaran (masyarakat) bagian dari pada memonitor,” katanya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini