JAKARTA – Dalam beberapa hari belakangan, kasus positif virus corona (Covid-19) ditemukan di lingkungan perkantoran, baik di institusi negara maupun perusahaan swasta.
Mengenai hal tersebut, pakar epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI), Syahrizal Syarif mengatakan, banyak ditemukannya karyawan kantor positif corona merupakan imbas dari pelonggaran yang memperbolehkan bekerja secara tatap muka di kantor.
"Pelonggaran seperti ini kan sudah pasti akan meningkatkan frekuensi pertemuan orang tatap muka," kata Syahrizal kepada Okezone di Jakarta, Rabu (15/7/2020).
Dia tak memungkiri saat ini kantor menjadi tempat berisiko terjadinya penularan Covid-19, meskipun beberapa tempat lain mempunyai risiko lebih tinggi lagi.
"Iya (termasuk berisiko), walaupun sebetulnya tidak setinggi misalnya pabrik, pondok pesantren, atau sekolah berasrama," katanya.