Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BPPT Kembangkan Rapid Test Corona dengan Sensitivitas 98,4%

Binti Mufarida , Jurnalis-Rabu, 15 Juli 2020 |13:38 WIB
BPPT Kembangkan <i>Rapid Test</i> Corona dengan Sensitivitas 98,4%
Ilustrasi (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA - Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Hammam Riza mengungkapkan saat ini telah mengembangkan rapid test kit untuk mendeteksi Covid-19 dengan sensitivitas hingga 98,4%. 

Hammam mengatakan pengembangkan rapid test kit ini bekerjasama dengan berbagai pihak universitas dan industri kesehatan. Alat tes untuk deteksi Covid-19 ini sudah diluncurkan pada 20 Mei lalu dan dihargai sebesar Rp75.000.

“Kita bekerjasama dengan Universitas Gadjah Mada dengan Unair dan kemudian ada industri kesehatan PT Hepatika Mataram itu menghasilkan produk rapid diagnostic test kit yang sudah diluncurkan pada hari kebangkitan inovasi Indonesia tanggal 20 Mei yang lalu. Harganya Rp75.000,” kata Hammad di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Rabu (15/7/2020).

Baca Juga: Ada Kluster Secapa AD, Kang Emil Klaim Corona di Jabar Terkendali

Hammam mengatakan alat ini sudah melalui uji validitas dengan hasil sensitivitasnya dalam IgG Immunoglobulin G (IgG) antibodi yang terdeteksi virus Covid-19 hingga 98,4%. “Akurasinya sesuai dengan hasil uji validasi, jadi kita menguji validasinya ke hampir 10.000 pasien ataupun kepada orang-orang yang memerlukan rapid testing ini,” ujarnya.

“Dan dari 10.000 itu, kita mendapatkan sensitivitasnya 98,4% untuk IgG. Sementara untuk IgM (Immunoglobulin M) 74%. Kemudian, kita juga melihat spesifitasnya yang artinya untuk unsur non reaktif IgM-nya sekitar 98% dan IgG-nya 100%,” jelas Hammam.

Hammam menegaskan bahwa rapid test kit pengembangan BPPT ini sudah memiliki izin edar dari Kementerian Kesehatan. “Dan sudah memiliki izin edar dari Kementerian Kesehatan. Jadi kami bangga dengan produk ini karena di uji validasi langsung dengan virus strain Indonesia,” katanya.

Hammam mengatakan rapid test ini sudah bisa didapatkan di pusat pelayanan teknologi BPPT. Saat ini, hasil hilirisasi produk ini diberikan melalui pusat pelayanan teknologi BPPT. Jadi sudah bisa didapatkan oleh masyarakat, sudah.

Baca Juga: ASN Positif Corona, Tjahjo Peringatkan Kedisplinan Jalankan Protokol Kesehatan

Ditargetkan pada bulan depan produksinya akan ditingkatkan hingga 1 juta per bulan. “Kita Insya Allah akhir minggu ini sudah 100.000 kit kita produksi. Dan akan kita skill up, akan kita tingkatkan produksinya hingga bulan depan itu satu juta kit perbulan bisa kita produksi,” kata Hammam.

(Arief Setyadi )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement