Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

RS Pulau Galang Rawat 434 Pasien Covid-19

Binti Mufarida , Jurnalis-Jum'at, 17 Juli 2020 |11:22 WIB
RS Pulau Galang Rawat 434 Pasien Covid-19
Ilustrasi pasien corona. (Foto : Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA – Panglima Kodam I Bukit Barisan selaku Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Pangkogasgabpad), Mayor Jenderal TNI Irwansyah melaporkan hingga saat ini sebanyak 434 pasien Covid-19 telah dirawat di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang.

“Hingga hari ini sudah merawat 434 orang. Dengan rincian, yang sedang dirawat sekarang ada berjumlah 62 orang, sudah dipulangkan 370 orang, dan masih dalam rujukan itu berjumlah 2 orang,” kata Irwansyah melalui video conference di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Jumat (17/7/2020).

Irwansyah mengatakan, pasien yang dirawat di RSKI Pulau Galang mayoritas adalah penduduk sekitar. Namun, ada juga pasien yang merupakan warga negara asing (WNA) yang berdomisili dan bekerja di Batam.

Panglima Kodam I Bukit Barisan selaku Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Pangkogasgabpad), Mayor Jenderal TNI Irwansyah. (tangkapan layar)

“Saat ini pasien yang kita rawat merupakan mayoritas penduduk sekitarnya dan ada beberapa pasien WNA yang berdomisili dan bekerja di wilayah Batam,” katanya.

Irwansyah mengungkapkan, RSKI Covid-19 Pulau Galang dibangun di atas areal seluas 80 hektare dan memiliki fasilitas atau sarana pendukung seperti laboratorium, kamar jenazah, insinerator, gedung skrining, dapur, laundry, farmasi, helipad, power house, dan asrama bagi para tenaga kesehatan (nakes).

Saat ini, RSKI Pulau Galang ini dapat menampung pasien berjumlah 360 orang.

“Dengan 20 di antaranya ruang ICU. Saat ini RS Pulau Galang sudah mendapatkan bantuan berupa 1 alat PCR dan 2 alat bilik swap yang sudah terpasang dan sudah uji fungsi sehingga siap untuk digunakan,” kata Irwansyah.

Baca Juga : RSD Wisma Atlet Catat Total 4.520 Pasien Sembuh dari Corona

“Kita sedang melatihkan tenaga operatornya di balai teknik kesehatan lingkungan dan pengendalian penyakit atau BTKLPP Batam. Sehingga alat tersebut nantinya dapat kita gunakan secara maksimal,” tutur Irwansyah.

Baca Juga : Kasus Covid-19 Melonjak di Jateng, Perlu Ada PSBB?

(Erha Aprili Ramadhoni)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement