Curhatan Hati Nenek Damina, Digugat 3 Anaknya Gegara Warisan

Era Neizma Wedya, iNews · Jum'at 17 Juli 2020 13:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 17 519 2247859 curhatan-hati-nenek-damina-digugat-3-anaknya-gegara-warisan-VErkqT88fw.jpg Nenek Damina bercerita atas perilakuan ketiga anaknya yang menggugat ke pengadilan (foto: Era/iNews)

BANYUASIN - Kisah ibu Hj Damina (78) yang semestinya dimasa tuanya mendapat perhatian dan kasih sayang dari anak-anak yang ia besarkan, namun bukannya kasih dan sayang malah sebaliknya. Sang ibu yang sudah berusia lanjut malah digugat oleh anak – anaknya ke Pengadilan Negeri Pangkalan Balai.

“Apakah ini yang di katakan akhir zaman” ungkap, Nenek Damina sapaan akrabnya kepada awak media ini saat berada di tempat cucunya di Kelurahan Kedondong Raye Kecamatan Banyuasin III, Jum’at (17/7/2020).

Diungkapkan nenek Damina bahwa sekarang dirinya digugat di Pengadilan Negeri Pangkalan Balai oleh anak kandungnya gara – gara harta warisan. Dan begini ceritanya kata nenek Damina, memang bahwa sebelumnya sudah ia sudah menghibahkan tanah miliknya ke pada anak–anaknya.

”Keempat anak perempuan saya sudah mendapatkan bagian masing-masing tanah hibah yakni Agustina Herawati, Mila Katuarina, Hj.Aprilina dan Dewisinta,” ungkapnya.

Kemudian, setelah pembagian tanah hibah, tersisalah tanah seluas 10 M x 50 M. Tanah inilah yang dirinya (Nenek Damina – red) jual untuk keperluan membiayai kehidupanya dimasa tua dan jompo sekarang ini.

Akan tetapi ternyata hal tersebut salah menurut ketiga anaknya, karena tidak melibatkan mereka selaku bakal penerima waris.

“Dijadwalkan akan mediasi oleh PN Pangkalan Balai, saya berharap anak – anak saya di ketuk hatinya oleh Allah sehingga persoalan yang semestinya tidak mengenakan ini terus berlanjut dan mohon agar tidak lagi mempersoalakan penjulan tanah yang jelas itu milik saya selaku orang tua” ungkapnya berurai air mata.

Kasus Sama di Sumut

Hal sama juga dialami seorang ibu bernama Mariamsyah Boru Siahaan (74) di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara harus berurusan dengan hukum lantaran digugat oleh ketiga anak kandungnya sendiri, hanya karena harta warisan peninggalan suami.

Mariamsyah Boru Siahaan yang sudah berusia uzur tampak tertuntuk lesu menghadapi sidang gugatan di Pengadilan Negeri Tarutung, Kabuaten Tapanuli Utara, Sumut, untuk mendengarkan gugatan ketiga anaknya itu.

Gugatan ketiga anak kandung Mariamsyah terkait harta yang berhasil dikumpulkan oleh Mariamsyah bersama mendiang suami di masa lalu. Adalah satu unit rumah di Jalan Tuasan, Kelurahan Sidorejo Hilir, Kotamadya Medan Sumut yang terjual seharga Rp 800 juta pada 2019 lalu.

"Hal ini yang menjadi pemicu gugatan tiga orang anak kandung saya. Air susu dibalas air tuba, bahkan darah yang mengalir dari tubuh saya sewaktu melahirkan mereka-pun tak mampu dibalas. Namun, hari ini, saya harus menghadapi gugatan hukum dari mereka," ungkap Mariamsyah, seusai menghadiri sidang mediasi yang digelar di PN Tarutung, Rabu 15 Juli 2020.

Ibu lanjut usia itu ditemani putra bungsunya, Ridwan Panjaitan dan menantunya Murni Panggabean serta sejumlah penasihat hukumnya, Ranto Sibarani, Olsen Lumbantobing dan kawan-kawan.

Mariamsyah mengaku sudah beberapa kali dibuat susah oleh ketiga anaknya, bahkan dia pernah diusir dari rumah. Dan Ridwan Panjaitan anak keempat dari Mariamsyah, juga turut menguatkan pernyataan ibundanya, bahwasanya awal gugatan terhadap ibundanya karena menjual rumah tersebut.

Ridwan Panjaitan mengatakan, ketiga saudara laki-laki maupun saudara perempuannya yang menggugat ibunda mereka, yaitu Bontor Budianto Panjaitan, Mervin Panjaitan serta Lasmawati Delima Panjaitan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini