Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

14 Pejabat Kota Bekasi Positif Virus Corona, 2 Meninggal Dunia

Abdullah M Surjaya , Jurnalis-Rabu, 22 Juli 2020 |20:42 WIB
 14 Pejabat Kota Bekasi Positif Virus Corona, 2 Meninggal Dunia
Foto: Illustrasi Shutterstock
A
A
A

BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi menyebutkan sebanyak 14 aparatur sipil negara (ASN) dilingkungan pemerintahan terpapar corona. Dua diantaranya meninggal dunia dan sudah dimakamkan di TPU Padurenan, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan bahwa 14 ASN terpapar corona itu terdiri dari Camat Bekasi Utara, Kepala Inspektur Kota Bekasi, Inspektur Pembantu (Irban), pejabat Dinas Pendidikan, dan tiga orang pejabat Bagian Tata Pemerintahan (Tapem).

 Korban Covid-19

Selanjutnya, satu orang pejabat Staf Pemerintahan, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Kabid Anggaran BPKAD, Kemudian pejabat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), pejabat DPMPTSP, serta dua orang pejabat staf di UPTD Mustikajaya.

"Total 14 positif corona, kalau yang meninggal positif resmi almarhum (Kabid Anggaran BPKAD sama Camat Bekasi Utara, kalau yang penyakit khusus yakan kita tahu, juga kan ada penyakit khusus," katanya. Kedua pejabat yang meninggal itu juga karena ada penyakit penyerta.

Seperti Kabid Anggaran BPKAD ada penyakit penyerta hipertensi, begitu juga Camat Bekasi Utara.

"Meninggal itu kemarin diserangnya adalah pembuluh jantung, covid mematikannya di situ, penyakitnya itu kemarin miokarbitis, memang dia ada hipertensi," ungkapnya.

 

Rahmat menjelaskan, penularan terhadap ASN tersebut berasal dari klaster keluarga. Seperti keluarganya yang datang dari luar daerah maupun istri atau anaknya yang habis pergi keluar daerah.

"Penularannya di inspektorat itu diduga istrinya pulang dari Makassar, terus ada yang dari Surabaya,” ujarnya.

"Kemudian, ada yang dari pertemuan-pertemuan. Staf ahli pemerintahan itu kan juga dari lingkungan kemarin dekat-dekat itu seperti kepada inspektur, dengan Tapem," pungkasnya.

Sementara itu, pejabat pemerintah yang saat ini masih terpapar sudah melakukan isolasi secara mandiri atau di rumah sakit rujukan.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement