Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Qurban Jadi Pelipur Rindu Baitullah yang Tertunda

Agustina Wulandari , Jurnalis-Senin, 27 Juli 2020 |14:54 WIB
Qurban Jadi Pelipur Rindu Baitullah yang Tertunda
Foto : Dok. ACT
A
A
A

Tawaf di Mekah, Sa’i dari Bukit Safa ke Bukit Marwa, wukuf di Padang Arafah, lempar jumroh, dan beragam rangkaian ibadah haji sudah terngiang-ngiang di pikiran para calon jemaah haji yang akan berangkat menjadi tamu Allah di tahun 2020.

Namun, rindu menjadi tamu terpaksa harus ditahan. Keberangkatan rombongan haji dari Indonesia terpaksa tidak diberangkatkan pada tahun ini akibat pandemi Covid-19. Penantian puluhan tahun untuk bertamu ke Baitullah harus diperpanjang. Meski demikian, niat ibadah haji insyaAllah sudah tercatat sebagai amal ibadah.

Tertundanya haji tahun ini bukan berarti melemahkan semangat beramal soleh bagi setiap muslim sedunia. Niat berhaji tentunya didasari pada ketauhidan dan ketakwaan yang kuat, yaitu beribadah semata-mata hanya untuk Allah. Di momen bulan Dzulhijah ini, berhaji dan berkurban jadi ibadah yang mulia di mata Allah.

Inilah kesempatan untuk tetap membuktikan cinta kepada Allah Subhannallahu wa Ta’ala dengan kurban terbaik kita sekaligus pelipur rindu baitullah yang tertunda. Jangan sia-siakan kesempatan berkurban yang merupakan puncak ibadah di bulan Djulhijjah.

Sama halnya seperti tekad berhaji, diperlukan komitmen dan niat untuk menunaikan kurban. Terlebih di tengah pandemi Covid-19 dimana kekhawatiran harta menjadi hal yang memberatkan sebagian orang untuk berkurban.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement